KPU dan Bawaslu Diminta Cegah Kecurangan Proses Pemilu 2024


369 view
KPU dan Bawaslu Diminta Cegah Kecurangan Proses Pemilu 2024
Foto : Net
Ilustrasi.

Jakarta(harianSIB.com)


Wakil Ketua Komisi II DPR RI Yanuar Prihatin meminta penyelenggara pemilu baik KPU dan Bawaslu untuk meningkatkan kualitas demokrasi dalam pemilu 2024 dengan mencegah terjadinya kecurangan proses pemilu. Khususnya terkait dengan data pemilih, pencoblosan, money politics, rekapitulasi suara dari TPS hingga ke pusat.


"Data pemilih di Dukcapil baik sejak DPS (daftar pemilih sementara) dan DPT (daftar pemilih tetap) apakah sudah mencerminkan seluruh pemilih di Indonesia? Jangan sampai orang yang sudah meninggal masuk DPT. Sedangkan pemilih yang punya hak pilih malah tidak terdaftar. Ditambah lagi money politics," tegas Yanuar Prihatin.


Hal itu disampaikan politisi PKB itu dalam dialektika demokrasi "Mengawal tahapan pemilu 2024" bersama anggota Komisi II DPR FPDI-P Muhammad Rifkynizamy Karsayuda, komisioner KPU Mochammad Afifuddin dan komisioner Bawaslu Puadi di Gedung DPR RI Senayan Jakarta, Kamis (9/6/2022).


Demikian pula dengan proses verifikasi parpol dari administrasi hingga faktual, kampanye yang selama 75 hari ini lebih baik. Sebab, dengan waktu yang pendek akan menghemat dan memperpendek rasa emosionalitas, menurunkan suhu politik masyarakat, dan memperpendek peluang money politics itu sendiri. Apalagi kata Yanuar, residu, emosi, kebemcian, kekesalan dan ketidakpuasan pemilu 2019 masih dirasakan sampai hari ini.

Editor
: Bantors
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com