Sesepuh Tako dari Seluruh Indonesia Bicara Masa Depan Karateka Nusantara di Medan


532 view
Sesepuh Tako dari Seluruh Indonesia Bicara Masa Depan Karateka Nusantara di Medan
Foto: SIB/ Oki Lenore
Sesepuh Tako: Sebagian sesepuh karateka yang berwadah di Karate Tako Indonesia, Rabu (29/12), bertemu di Sekretariat PB Tako Indonesia Jalan Gaperta Medan. Terlihat Ketua Rajamin Sirait SE MA berdampingan dengan Ketua Majelis Drs David Pitoy MM (tengah) dan undangan dari luar Sumatera seperti Dr Timbang Pangaribuan SH MH yang Dan VI, Palti Hutagalung yang Dan VI, Robertus Damanik yang Dan VI, Jamin Purba dan Ny Rapina Jamin Purba.
Medan (SIB)
Sesepuh karateka yang berwadah di Karate Tangan Kosong (Tako) Indonesia, Rabu (29/12), bertemu di Sekretaria Pengurus Besar (PB) Tako Indonesia Jalan Gaperta Medan. Pertemuannya membicarakan masa depan karateka Nusantara di percaturan nasional dan internasional.

Ketua PB Tako Indonesia Rajamin Sirait SE MA yang memfasilitasi pertemuan mengatakan, pihaknya antusias dan langsung mengiyakan hadir di acara karena dihubungi Drs David Pitoy MM. “David Pitoy itu Ketua Majelis. Tradisi di Tako Indonesia adalah menghormati dan patuh pada yang lebih senior. Selama beberapa tahun belakangan, hal itu sudah terkikis,” ujarnya.

Ia secara rinci mengurai kapasitas dan apa yang telah dilakukan para sesepuh yang sekarang dalam wadah Majelis. Di antaranya Dr Timbang Pangaribuan SH MH yang Dan VI, Palti Hutapea yang Dan VI, Robertus Damanik yang Dan VI. Jimmy Anton Purba SE yang putra almarhum Jamin Purba, Drs Effendi Manullang, MArdi Chan, Baringin Siahaan, M Boyke Silalhi, Abu Yazid, Sudianto dan Rudolf Tampubolon. “Yang paling membahagiakan, di sini hadir juga Ny Jamin Purba. Kakak saya ini, Ibu Rupina, adalah saksi sejarah Tako Indonesia yang jaya,” tambah Rajamin Sirait didampingi Mardi Chaniago.

David Pitoy berterima kasih karena pada sesepuh Tako Indonesia memenuhi undangannya. “Saya bahagia dan sedih, Tako Indonesia yang jaya dan sangat diperhitungkan, kok jadi berkeping. Yang hadir di sini harus bersungguh-sungguh emperbaikinya,” ujarnya.

Ia mengatakan, ada oknum yang mengklaim paling Tako Indonesia. “Silakan saja, tapi harus menjayakan Tako Indonesia. Jika merasa benar, harus membenarkan Tako Indonesia. Jangan bertindak kontra produktif,” tambahnya.

Ia menggariskan tiga hal utama. Pertama, “Soal kebenaran tadi. Jika benar, ikuti tapi jangan berstandar sesuai selera dan penuh subyektivitas,” tambahnya.

Kedua, lanjutnya, harus ada standarisasi karateka dalam Tako Indonesia. “Ke depan, harus memperbaiki standar Tako. Standar Tako itu sudah harus menjiwai siapapun yang merasa bagian dari Tako Indonesia,” tambahnya.

Ketiga, sebutnya, pelatihan dan palatihan serta pertandingan dan pertandingan sportivitas. “Cara itu untuk untuk kualitas dan menumbuhkan rasa memiliki Tako Indonesia. Selain latihan harus ada pertandingan dalam naungan forki dan jangan asal rekrut karena Tako tetap bicara kualitas,” tutup David Pitoy.

Pertemuan panjang tersebut diisi dengan pembahasan beranjak dari AD/ART organisasi Tako Indonesia yang bersinerji dengan FORKI. Selesai dari Sekretariat PB Tako Indonesia, para sesepuh melanjutkan pertemuan di lokasi lain.

Pertemuan dihadiri para karatekat muda dari Dojo Panti Asuhan Al-Washliyah Jalan Ismailiyah Medan yang diarahkan Muhammad Yasir. (R10/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com