Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026

Untung Santoso: Perempuan Berperan Penting Kelola Keuangan Keluarga

Redaksi - Rabu, 21 September 2022 13:26 WIB
4.328 view
Untung Santoso: Perempuan Berperan Penting Kelola Keuangan Keluarga
(Foto: Dok/Humas OJK)
EDUKASI KEUANGAN: Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) OJK  KR 5 Sumbagut, Untung Santoso (tengah) dan Kadis Koperasi dan UMKM Sumut, Suherman, bersama pembicara lainnya pada Edukasi Keuangan bagi Perempuan, di Hotel Four Poin
Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional (KR) 5 Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Yusup Ansori mengatakan, perempuan mempunyai peran sangat penting dalam mengelola keuangan baik bagi dirinya sendiri maupun bagi keluarga bahkan pengaruhnya terhadap negara.

"Bahkan karena begitu pentingnya peran perempuan dalam mengelola keuangan sehingga perlu peningkatan literasi keuangan atau pemahaman tentang keuangan bagi mereka,” kata Yusup Ansori, dalam sambutannya dibacakan Untung Santoso, Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) OJK KR 5 Sumbagut, di Hotel Four Points by Sheraton Medan, Selasa (20/9/2022).

Hal itu disampaikan Untung Santoso saat mengikuti kegiatan yang digelar OJK KR 5 Sumbagut bertajuk “Edukasi Keuangan bagi Perempuan di Provinsi Sumatera Utara”, dihadiri Kadis Koperasi dan UMKM Sumut Suherman, serta lebih 280 perempuan baik secara offline maupun online.

Disebutnya, tingkat literasi atau pemahaman keuangan bagi perempuan masih sangat rendah dibanding laki-laki sehingga OJK menyasar peningkatan literasi keuangan tersebut terhadap perempuan.

Perempuan dan ibu rumah tangga merupakan salah satu sasaran prioritas penerima program edukasi pada Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia 2021-2025.

Karena, katanya, perempuan mempunyai peran sangat penting dalam mengelola keuangan baik bagi dirinya sendiri, bagi keluarga bahkan pengaruhnya terhadap negara.

Dan tidak jarang sebagian dari mereka bertindak sebagai “Menteri Keuangan” baik untuk individu dan keluarga.

Selanjutnya dikatakan, tingkat literasi keuangan perempuan pada 2019 sebesar 36,13 %, lebih rendah dibanding laki-laki yang mencapai 39,34 %.

“Inilah sasaran OJK untuk memberikan pemahaman keuangan bagi perempuan karena perannya sangat penting dalam mengelola keuangan,” katanya.

Pada situasi yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, tidak sedikit juga terdapat ibu rumah tangga memegang peranan ganda yaitu sebagai pengelola keuangan di keluarga merangkap menjadi tulang punggung keluarga dengan memiliki usaha sampingan bahkan bekerja.

Berdasarkan hasil survei Programme for International Student Assessment (PISA), 94 % pelajar memperoleh informasi literasi keuangan dari orang tua.

Hal ini menunjukkan perempuan memiliki peran sebagai pendidik literasi keuangan yang pertama bagi sang buah hati minimal di tingkat keluarga.

Karena itu perempuan harus bisa memberdayakan diri sendiri dan mendorong anak-anaknya agar cakap keuangan sejak usia dini.

“Maka dari itu peningkatan literasi keuangan sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama, karena perempuan merupakan 'critical economic players' di Indonesia mengingat dalam praktiknya di kehidupan sehari-hari cukup banyak keputusan ekonomi penting, baik di tingkat keluarga, tingkat perusahaan, maupun di tingkat negara dibuat perempuan,” katanya.[br]






Yusup menyebut literasi keuangan merupakan jendela menuju financial well-being atau kesejahteraan keuangan dan menjadi essential life skill yang sangat penting untuk dikuasai oleh setiap orang.

"Jadi inilah sasaran OJK untuk meningkatkan literasi keuangan terhadap perempuan karena perannya begitu penting dalam mengelola keuangan,” kata Yusup.

Untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat, OJK telah menyediakan infrastruktur berupa Buku Seri Literasi Keuangan melalui pendekatan life cycle, dimulai dari buku saku literasi keuangan bagi calon pengantin dan buku perencanaan keuangan keluarga.

Selanjutnya untuk para pelajar di pendidikan formal juga terdapat buku literasi keuangan mulai dari tingkat PAUD, SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi.

Seluruh materi tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat dengan mengunduh pada situs website sikapiuangmu.ojk.go.id.

Tampil sebagai pembicara pada acara itu, Deputi Direktur Literasi dan Informasi Otoritas Jasa Keuangan Yulianta, Direktur Eksekutif Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Kuseryansyah, Garda Tariasna Sibuea selaku Kepala Bidang Pendidikan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Cabang Medan, Ocfa Indah, Pj Wakil Pemimpin Cabang PT Permodalan Nasional Madani Cabang Medan dan Frankie Wijoyo, Certified Financial Planner. (A1)





Editor
:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru