Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 11 Maret 2026

Tebar Kebaikan

* Rasulullah SAW Ajarkan Perbedaan Bukan Jadi Penghalang Berdampingan
Redaksi - Selasa, 17 September 2024 09:58 WIB
396 view
Tebar Kebaikan
Foto: Tangkapan layar @jokowi
TEBAR KEBAIKAN: Presiden Joko Widodo mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan kehidupan Rasulullah sebagai sumber inspirasi dalam menebar kebaikan dalam ilustrasi yang diunggah di akun Presiden bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Melalui akhlaknya, Yaqut mengatakan Rasulullah SAW adalah teladan sempurna dalam berbagai aspek kehidupan, baik sebagai hamba Allah, pemimpin umat, hingga sebagai negarawan yang membangun masyarakat Madinah dengan prinsip keadilan, toleransi, dan kasih sayang.


Untuk itu, Yaqut berpesan, maulid Nabi bukan hanya momen untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW. Sebaliknya, perlu juga menghayati ajaran-ajaran luhur yang disampaikan beliau.


Yaqut juga mengingatkan sosok Rasulullah SAW sebagai sosok penjaga keberagaman. Ia mencontohkan saat Rasulullah SAW membangun masyarakat yang harmonis di tengah keberagaman suku dan agama di Madinah.


"Peringatan maulid Nabi SAW mengandung makna yang dalam bagi Indonesia. Sosok Rasulullah mengingatkan kita akan pentingnya persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman," tegasnya.


Menurut Yaqut, melalui hal tersebut, Rasulullah SAW mengajarkan bahwa perbedaan bukan menjadi halangan untuk hidup berdampingan. Sebaliknya, perbedaan dijadikan kekayaan yang harus dijaga dan dihormati.


"Sudah seharusnya, kita terus berupaya menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang rukun, damai, dan berkeadilan. Sebagai bangsa yang beragam, kita harus terus mengamalkan moderasi beragama agar tercipta kehidupan yang harmonis dan saling menghargai. Inilah kunci dari kebersamaan dan perdamaian yang berkelanjutan," pesan Yaqut.


Tebar kedamaian
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir juga mengajak umat Islam meneladani Nabi Muhammad SAW untuk terus menebarkan kedamaian dan jalan ihsan atau kebaikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


"Bagi kaum Muslim sebagai mayoritas penduduk di negeri ini, mari kita praktikkan Islam sebagai agama rahmat semesta alam yang menebar kebaikan, keluhuran, perdamaian, persatuan dan nilai-nilai utama dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa dan kemanusiaan di ranah global," kata Haedar Nashir dalam keterangannya di Yogyakarta, Senin (16/9).


Haedar meyakini bahwa momentum peringatan kelahiran Nabi Muhammad selalu menjadi sumber nilai kebaikan, keutamaan dan keluhuran hidup bersama.
"Jauhi sikap ekstrem (ghuluw) menebar benih saling membenci, menghujat, dan memusuhi. Lebih-lebih merasa diri paling benar dan bersih sendiri. Sikap naif seperti itu tidaklah mencerminkan akhlak mulia dan misi kerisalahan Nabi," ujar dia.


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru