Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 11 Maret 2026

Tebar Kebaikan

* Rasulullah SAW Ajarkan Perbedaan Bukan Jadi Penghalang Berdampingan
Redaksi - Selasa, 17 September 2024 09:58 WIB
397 view
Tebar Kebaikan
Foto: Tangkapan layar @jokowi
TEBAR KEBAIKAN: Presiden Joko Widodo mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan kehidupan Rasulullah sebagai sumber inspirasi dalam menebar kebaikan dalam ilustrasi yang diunggah di akun Presiden bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
Jakarta (SIB)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Jokowi mengajak masyarakat agar menjadikan Nabi Muhammad sebagai inspirasi dalam menebar kebaikan.

Jokowi mengunggah gambar yang menampilkan di Instagram pribadinya, Senin (16/9). Dalam gambar itu tertulis 'Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW'.

"Di hari Maulid Nabi Muhammad SAW, mari jadikan kehidupan Rasulullah sebagai inspirasi untuk menebar kebaikan dan kedamaian bagi sesama," ujar Jokowi dalam unggahannya, sebagaimana disiarkan Harian SIB.

Jokowi mendoakan agar seluruh umat diberi kekuatan. Dia juga mengatakan akhlak mulia Nabi Muhammad perlu dicontoh.


"Semoga kita terus diberi kekuatan untuk meneladani akhlak mulia beliau," katanya.


Ajakan itu diposting oleh Tim Komunikasi Digital Presiden di akun Instagram @jokowi yang terbit bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, dilansir di Jakarta, Senin.


Postingan itu juga disertai visualisasi karikatur warga Muslim yang bersuka cita menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW yang disertai ucapan selamat.


Pesan ini diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas hidup dan harmoni sosial pada seluruh lapisan masyarakat.


Perbaiki Akhlak
Sementara itu, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas juga mengajak muslim untuk menjadikan peringatan maulid Nabi sebagai momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW. Terutama akhlak dalam berhubungan kepada Allah SWT hingga hubungan di tengah masyarakat.


"Mari, jadikan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk memperkuat komitmen kita dalam meneladani akhlak Rasulullah, baik dalam hubungan kita dengan Allah, hubungan antarsesama manusia, maupun dalam menjaga bangsa dan negara," kata Yaqut dalam keterangan yang diterima, Minggu (15/9).


"Melalui peringatan ini, semoga kita dapat terus meningkatkan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW dan mengaplikasikan ajaran-ajaran beliau dalam setiap langkah kehidupan," ujarnya.



Melalui akhlaknya, Yaqut mengatakan Rasulullah SAW adalah teladan sempurna dalam berbagai aspek kehidupan, baik sebagai hamba Allah, pemimpin umat, hingga sebagai negarawan yang membangun masyarakat Madinah dengan prinsip keadilan, toleransi, dan kasih sayang.


Untuk itu, Yaqut berpesan, maulid Nabi bukan hanya momen untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW. Sebaliknya, perlu juga menghayati ajaran-ajaran luhur yang disampaikan beliau.


Yaqut juga mengingatkan sosok Rasulullah SAW sebagai sosok penjaga keberagaman. Ia mencontohkan saat Rasulullah SAW membangun masyarakat yang harmonis di tengah keberagaman suku dan agama di Madinah.


"Peringatan maulid Nabi SAW mengandung makna yang dalam bagi Indonesia. Sosok Rasulullah mengingatkan kita akan pentingnya persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman," tegasnya.


Menurut Yaqut, melalui hal tersebut, Rasulullah SAW mengajarkan bahwa perbedaan bukan menjadi halangan untuk hidup berdampingan. Sebaliknya, perbedaan dijadikan kekayaan yang harus dijaga dan dihormati.


"Sudah seharusnya, kita terus berupaya menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang rukun, damai, dan berkeadilan. Sebagai bangsa yang beragam, kita harus terus mengamalkan moderasi beragama agar tercipta kehidupan yang harmonis dan saling menghargai. Inilah kunci dari kebersamaan dan perdamaian yang berkelanjutan," pesan Yaqut.


Tebar kedamaian
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir juga mengajak umat Islam meneladani Nabi Muhammad SAW untuk terus menebarkan kedamaian dan jalan ihsan atau kebaikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


"Bagi kaum Muslim sebagai mayoritas penduduk di negeri ini, mari kita praktikkan Islam sebagai agama rahmat semesta alam yang menebar kebaikan, keluhuran, perdamaian, persatuan dan nilai-nilai utama dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa dan kemanusiaan di ranah global," kata Haedar Nashir dalam keterangannya di Yogyakarta, Senin (16/9).


Haedar meyakini bahwa momentum peringatan kelahiran Nabi Muhammad selalu menjadi sumber nilai kebaikan, keutamaan dan keluhuran hidup bersama.
"Jauhi sikap ekstrem (ghuluw) menebar benih saling membenci, menghujat, dan memusuhi. Lebih-lebih merasa diri paling benar dan bersih sendiri. Sikap naif seperti itu tidaklah mencerminkan akhlak mulia dan misi kerisalahan Nabi," ujar dia.



Haedar mengajak umat Islam menjadikan sifat welas asih dan rahmat bagi semesta alam sebagai inti dalam membangun peradaban mulia sesuai risalah Nabi Muhammad.


"Kami percaya ketika kaum Muslimin menjadi umat yang berada di garda depan dalam mewujudkan nilai-nilai kebaikan, keluhuran, kebenaran, keadilan, kesatuan dan keutamaan dalam kehidupan, maka otomatis kaum Muslim menjadi pengikut Nabi Muhammad yang meniru dan meneladani uswah hasanah," kata dia.


Nabi Muhammad, menurut dia, telah memberi teladan pula untuk hidup maju di segala bidang kehidupan guna membangun peradaban alternatif yang mencerahkan semesta.


Dia berharap umat Islam mampu menjadikan figur nabi Muhammad sebagai role model untuk menghadirkan kehidupan yang lebih beradab, lebih bermoral, dan menjunjung tinggi nilai-nilai utama.


Bangsa Indonesia yang sejatinya berbasis pada kebudayaan luhur diharapkan mampu mewujudkan cita-cita luhur untuk membangun kehidupan yang lebih baik.


"Kaum Muslimin harus mengembangkan kecerdasan yang murni, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memanfaatkan segala potensi yang dianugerahkan Tuhan dalam memahami segala ciptaan-Nya, serta melahirkan peradaban yang utama bagi kehidupan di alam semesta ini," kata dia. (**)

SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru