TI Asahan Gelar Seleksi Atlet Untuk Persiapan Kejuaran dan Porprovsu
Asahan(harianSIB.com)Pengurus Kabupaten (Pengkab) Taekwondo Indonesia (TI) Kabupaten Asahan menggelar kegiatan seleksi atlet dalam persiap
Pertama, derasnya produk tekstil impor yang murah membuat produk lokal kehilangan pangsa pasar. Kedua, penurunan pesanan karena tren belanja konsumen yang berubah pasca pandemi, di mana konsumen lebih banyak beralih ke platform digital, mempengaruhi penjualan langsung dari pabrik-pabrik tekstil.
Kemudian, ketiga, banyak pabrik yang belum sepenuhnya pulih dari dampak pandemi Covid-19. Pandemi menyebabkan banyak perusahaan terpaksa menutup operasi sementara, sehingga kehilangan pendapatan dan kesulitan menutup biaya operasional.
Beberapa pabrik tekstil terpaksa melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal guna mengurangi beban keuangan. Hingga pertengahan Juni lalu saja, tercatat lima pabrik tekstil besar di Indonesia sudah tutup dan melakukan PHK besar-besaran.
Dikutip dari berbagai sumber, dilansir dari CNBC Indonesia, pada awal 2024 beberapa pabrik tekstil besar melakukan PHK massal. Di Jawa Tengah, PT Sai Apparel memecat sekitar 8.000 karyawan, sementara PT Sinar Panca Jaya di Semarang mem-PHK 2.000 karyawannya.
Berikutnya PT Bitratex di Semarang juga melakukan PHK terhadap 400 pekerja, sedangkan PT Djohartex di Magelang mem-PHK 300 karyawan. Di Bandung, PT Pulomas juga memutuskan hubungan kerja 100 karyawan.
Meski demikian, beberapa perusahaan besar lainnya masih bertahan. PT Sri Rejeki Isman Tbk. (Sritex), salah satu raksasa tekstil di Indonesia, berhasil menolak permohonan pailit di pengadilan dan masih menjalankan operasionalnya meski menghadapi berbagai tantangan.
Namun, masih ada yang lebih parah nasibnya daripada beberapa pabrik tekstil di atas. Bahkan, deretan pabrik ini sudah dinyatakan pailit hingga bangkrut dan tentunya hingga mem-PHK mencapai ratusan karyawan.
Kebangkrutan yang dialami oleh pabrik-pabrik tekstil di Indonesia menjadi cerminan dari tantangan berat yang dihadapi oleh sektor ini.
Transformasi digital dan perubahan pola belanja konsumen menjadi dua faktor penting yang harus diantisipasi oleh industri tekstil agar dapat bertahan di masa depan.
Selain itu, langkah-langkah untuk meningkatkan efisiensi produksi dan daya saing produk lokal juga harus terus diupayakan agar dapat bersaing dengan produk impor. (*)
Asahan(harianSIB.com)Pengurus Kabupaten (Pengkab) Taekwondo Indonesia (TI) Kabupaten Asahan menggelar kegiatan seleksi atlet dalam persiap
Medan(harianSIB.com)Wakil Ketua DPRD Kota Medan, H Rajudin Sagala SPdI mengapresiasi dan berterimakasih kepada Kapolrestabes Medan, Kombes P
Rantauprapat(harianSIB.com)Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Labuhanbatu bersama sejumlah organisasi wartawan lokal berkolaborasi
Belawan(harianSIB.com)Polres Pelabuhan Belawan mengerahkan 200 personel untuk pengamanan perayaan Imlek 2026, dilaksanakan sejak Senin, 16 F
Tapteng (harianSIB.com)Camat Pinangsori Agus Harianto melaporkan adanya potensi kegaduhan dari korban banjir bandang dan longsor di wilayah
Medan (harianSIB.com)Maha Vihara Maitreya, sebuah vihara yang indah terletak di kompleks perumahan Cemara Asri setiap tahunnya ramai dikunju
Batubara(harianSIB.com)Jajaran Polsek Labuhan Ruku Polres Batubara tengah menyelidiki teekait penemuan seorang pria bernama Muhammad Syarif
Tapteng(harianSIB.com)Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan terdapat hujan di Provinsi Sumatera Utara seperti Ta
Sibuhuan(harianSIB.com)Seorang balita berusia 2 tahun 11 bulan, Akhtar Alfa Rizki Siregar, ditemukan meninggal dunia setelah hanyut di alira
Sergai(harianSIB.com)Tugu Juang Perbaungan kini menjadi lokasi tongkrongan favorit, baik bagi warga Kabupaten Serdangbedagai, khususnya Perb
Simalungun(harianSIB.com)Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke127 Kodim 0207/Simalungun melanjutkan pengerjaan Rumah
Lubukpakam(harianSIB.com)Kantor PWI Deliserdang dibobol maling, Minggu (15/2/2026) di Jalan Tirta Deli Desa Tanjung Garbus I Kecamatan Lubuk