Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 11 Februari 2026

Polda papua Barat Kerahkan 510 Personel dalam Operasi Pencarian Iptu Tomi Marbun

Robert Banjarnahor - Kamis, 24 April 2025 18:29 WIB
146 view
Polda papua Barat Kerahkan 510 Personel dalam Operasi Pencarian Iptu Tomi Marbun
Foto: Net
Jayapura(harianSIB.com)
Sebagai persiapan Operasi AB Moskona 2025, Polda Papua Barat menggelar apel pasukan di Mapolres Teluk Bintuni, pada Selasa (22/4). Operasi ini digelar untuk mendukung pencarian dan pertolongan terhadap Iptu Tomi Samuel Marbun, yang hilang sejak 18 Desember 2024 lalu.

Sebanyak 510 personel gabungan dikerahkan dalam pencarian tahap ketiga terhadap mantan Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni tersebut. Mereka terdiri dari personel Mabes Polri, TNI, Basarnas serta instansi terkait lainnya.

Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol Ignatius Benny Adi Prabowo, menyatakan operasi berlangsung selama 14 hari, mulai 20 April hingga 3 Mei 2025. "Sebagian besar personel sudah berada di lokasi," ujarnya, dikutip dari Cenderawasih Pos.

Metode pencarian dilakukan dengan menyisir daerah aliran sungai, dari lokasi awal Iptu Tomi dinyatakan hilang hingga ke muara. Lokasi pencarian dibagi ke dalam tiga zona:

Zona merah, area rawan kelompok kriminal bersenjata (KKB), akan disisir oleh TNI-Polri.
Zona kuning, area yang mendekati wilayah KKB, menjadi tanggung jawab Basarnas dengan pengawalan TNI-Polri.
Zona hijau, area yang dianggap aman.

"Kami sudah mempertimbangkan seluruh potensi ancaman, termasuk gangguan dari KKB, dan telah menyiapkan langkah antisipatif," tambah Ignatius.


Kapolda Papua Barat turut mengingatkan seluruh anggota untuk berpegang pada nilai-nilai Catur Prasetya Polri. "Sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, kita harus siap berkorban demi bangsa dan negara. Teguh pada prinsip dan bertindak penuh tanggung jawab," tegasnya, dilansir dari Cendrawasih Pos.

Dikatakan Kapolda, personel yang terlibat dalam operasi ini dilengkapi dengan berbagai alat canggih, seperti speed, longboat, helikopter, drone, serta alat SAR yang akan mempermudah dan mempercepat proses pencarian Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni tersebut. Seperti diketahui bahwa keterangan yang diterima keluarga, polisi beralasan bahwa Tomi tergelincir dari kapal, dan jatuh ke perairan di wilayah Bintuni.

Sebelumnya, Kapolres Teluk Bintuni AKBP Choiruddin Wachid mengungkapkan bahwa Iptu Tomi hanyut terbawa arus saat menyeberangi Sungai Rawara menggunakan perahu. Ketika itu ia mengikuti kawan-kawannya untuk memantau aktivitas pentolan kelompok kriminal bersenjata (KKB) yakni Marthen Aikingking yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) pada akhir tahun lalu.

Kasus hilangnya Iptu Tomi kembali mencuat setelah sang istri melalui akun Instagramnya, mengunggah sejumlah kejanggalan di balik hilangnya sang suami. Ia menyinggung soal perbedaan penyampaian kronologis peristiwa, pembiayaan operasi penangkapan KKB, dan pembatalan helikopter.

Hal ini kembali disampaikan Riah, saat bertemu dengan Komisi Hukum DPR RI pada Senin, 17 Maret 2025 lalu.(*)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru