Terduga Pengedar Sabu Diciduk Polres Tebingtinggi dari Kediamannya
Tebingtinggi(harianSIB.com)Seorang terduga pengedar narkotika jenis sabu inisial P (44) alias Codot diciduk Tim Opsnal Satresnarkoba Polres
Umar Patek memperkenalkan kopi racikannya yang diberi nama 'Ramu Kopi' ke publik saat peluncuran
Ramu Kopi digelar di Hedon Estate, Surabaya, Selasa (3/6/2025) malam.
Ada beberapa jenis kopi yang dibuat Umar, yakni signature, arabika ijen, robusta, dan rempah.
"Saya dulu dikenal karena hal yang menyakitkan dunia, kini (saya) meramu rasa menyeduh damai. Rasa pahit itu dulu menghancurkan, sekarang pahit ini menyembuhkan (lewat kopi)," ujar Umar dilansir detikJatim, Selasa (3/6/2025).
Dia mengungkapkan Ramu berasal dari namanya yang dibalik. Ia menyebut, melalui kopi ini, ia ingin memulai jalan hidupnya yang baru.
"Ramu, kalau dibalik itu Umar. Ini bukan sekadar kopi, ini tentang perubahan memilih hidup baru," tuturnya.
Dirinya menceritakan kilas balik memulai usaha kopi yang bermula dari tawaran drg David Andreasmito, owner Hedon Estate, setelah ia keluar dari Lapas Porong pada 7 Desember 2022. Dari sanalah David menawari Umar untuk membuka bisnis kopi.
"(Saat bertemu) beliau selalu menawarkan saya, menyotorkan ini uang. Saya tolak, saya gak mau. Bukan ini yang saya butuhkan, tapi kerja yang saya butuhkan. Sampai akhirnya pada saat beliau hadir datang ke rumah saya dan saya suguhi kopi, di situlah beliau merasa suka. Dan akhirnya menyuruh saya coba buatkan kopi yang seperti ini," bebernya.
Dari sanalah David menawarkan Umar untuk membuka bisnis kopi.
"drg. David menawarkan kamu jual kopi seperti ini ke kafe saya. Karena kafe saya punya pelanggan. Jadi Umar dulu meramu bom, sekarang meramu kopi," katanya.
Umar pun membuat racikan kopinya dengan dibantu rekan drg. David yang cukup expert di bidangnya. Ia akhirnya mendapatkan racikan kopi khas Bondowoso.
Sementara itu, drg. David Andreasmito yang menemani perjalanan Umar Patek meluncurkan Ramu Kopi mengungkapkan bahwa ia percaya bahwa Umar akan menjadi orang yang sukses.
"Saya punya feel dia bisa jadi orang baik. Dia lebih dulu cinta saya, dia tau saya non muslim tapi ia mau dekat saya. Bukan karena uang, ia dekat sama saya karena ia bisa bercanda saat ia sama saya, itu membuat saya bahagia," bebernya.
David pun berharap jika bisnis kopi Umar Patek berjalan sukses nantinya ia bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. Termasuk membantu keluarga penyintas Bom Bali.
"Harapan saya kalau Umar sukses ia bisa jadi kepanjangan tangan saya untuk tolong orang lain," ungkapnya.
Momen launching Ramu Kopi pun dihadiri oleh banyak orang yang jadi saksi kisah hidup Umar. Salah satunya adalah eks Pimpinan Kepala Densus 88 Antiteror Polri Komjen Pol Marthinus Hukom yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).
"Umar Patek saya kenal saat namanya muncul di list pelaku Bom Bali 1 2002. Saya menemukan Amrozi dan ada nama besar Umar Patek," katanya.
Ia mengingat bagaimana dulu dirinya dan Umar bermusuhan. Namun singkatnya, setelah Umar berhasil tertangkap dan menjalani hukuman penjara pada 2011-2022, tak ada lagi permusuhan antara mereka.
"Prinsipnya ksatria hebat bermusuhan ketika berperang. Kita selesai bermusuhan hanya setelah meletakkan senjata, hari ini kita sama-sama meletakkan senjata kita karena satu bangsa," tuturnya.
Marthinus pun berharap kisah perjuangan Umar yang telah bertaubat dan memulai kehidupan bari bisa menginspirasi.
"Dari perakit bom jadi peramu kopi, maka kita berdoa pada saudara-saudara kita yang lain yang dulunya berkuang dengan senjata tapi hari ini berjuang menegakkan kemanusiaan, cinta kasih tanpa batas," bebernya.
Dukungan untuk Umar Patek pun mengalir dari berbagai pihak. Termasuk dari Ketua Yayasan Lingkar Perdamaian (YLP) Ali Fauzi.
"Saya sudah coba kopinya. Memang enak, sebelumnya pernah mencoba saat berkunjung ke rumahnya. Saya termasuk salah satu yang mendukung agar bisa dikomersilkan," katanya.
Ali percaya bahwa ada masa depan untuk Umar dan eks napiter lain yang telah berjanji mengabdi untuk bangsa.
"Tidak ada orang baik yang tidak punya masa lalu dan tidak ada orang jahat yang tak punya masa depan," tukasnya.
Dalam launching Ramu Kopi turut hadir penyintas Bom Bali 1 Chusnul Chotimah yang telah memaafkan Umar dan mendukung bisnis kopinya agar bermanfaat. Selain itu juga ada para pejabat dan tokoh masyarakat yang turut memberikan dukungan langsung. (*)
Tebingtinggi(harianSIB.com)Seorang terduga pengedar narkotika jenis sabu inisial P (44) alias Codot diciduk Tim Opsnal Satresnarkoba Polres
Tapteng(harianSIB.com)Situasi di kawasan Selat Hormuz akibat konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel meningkatkan ketegangan b
Simalungun(harianSIB.com)Polisi menangkap dua orang terduga pengedar narkoba di satu warung tuak di Huta III, Desa Marihat Bukit, Kecamatan
Medan(harianSIB.com)Beberapa hari setelah pengumuman pemerintah dimana persediaan BBM di tanah air masih aman hingga 20 hari ke depan, disus
Jakarta(harianSIB.com)Di antara dua pilihan tempat, Markas Besar TNI AD dan Balai Kartini Jakarta, Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak jus
Tebingtinggi(harianSIB.com)Dedy Samosir (35), seorang pria yang ditemukan tewas mengapung di Sungai Lagunda Dusun Blok 17 Desa Bandar Tengah
Kutacane(harianSIB.com)Kadis Koperasi UKM dan Transmigrasi Zul Fahmi S.Sos selaku Ketua Kelompok II Tim VI Safari Ramadhan Kabupaten Aceh Te
Simalungun(harianSIB.com)Pemkab Simalungun melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan menggelar
Sergai(harianSIB.com)Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Serdangbedagai (Sergai) kembali mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu
Medan(harianSIB.com)Personel Satuan Brimob bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara mulai mengevakuasi alat berat eks
Aekkanopan(harianSIB.com)Membawa 47 butir diduga ekstasi, dua warga Kota Tanjungbalai ditangkap Tim Opsnal Polsek Kualuh Hulu di Jalinsum Ae
Washington (harianSIB.com)Sebuah kapal perang Iran dilaporkan tenggelam setelah ditembak torpedo oleh kapal selam Amerika Serikat di Samudra