Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 28 Januari 2026

Kalimantan dan Sumatera Disiapkan Jadi Lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Pertama di Indonesia

Redaksi - Kamis, 05 Juni 2025 11:00 WIB
48 view
Kalimantan dan Sumatera Disiapkan Jadi Lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Pertama di Indonesia
Shutterstock/Daria Nipot
Ilustrasi pembangkit listrik tenaga nuklir.
Jakarta(harianSIB.com)

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi memasukkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) berkapasitas 500 megawatt (MW) ke dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) 2025–2034.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, mengungkapkan bahwa proyek PLTN pertama Indonesia ini akan dibangun di dua lokasi, yakni Kalimantan dan Sumatera, masing-masing dengan kapasitas 250 MW.

"Ini energi baru yang juga masuk ke dalam konsep RUKN dan RUPTL, yaitu nuklir. Sudah tertuang dalam RUPTL dengan dua lokasi di sistem grid Kalimantan dan Sumatera, masing-masing 250 MW," ujar Eniya dalam Human Capital Summit (HCS) 2025, dikutip dari CNBC Indonesia, Kamis (5/6/2025).

Menurut Eniya, dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN), pemerintah menargetkan kapasitas nuklir mencapai 35 gigawatt (GW) pada 2060. Jika menggunakan model land-based, proyek ini diproyeksikan akan mencakup lebih dari 30 unit reaktor.

"Kalau bicara energi terbarukan, nuklir adalah salah satu solusi untuk kebutuhan baseload. Keputusan Pak Menteri sudah jelas, PLTN harus on-grid pada 2032, jadi saat ini kita sedang ngebut," katanya.

Eniya juga menambahkan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi dengan Setneg, Kemenpan RB, dan lembaga terkait untuk membentuk Badan Tenaga Nuklir Indonesia atau Nuclear Energy Program Implementing Organization (NEPIO). Untuk itu, kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di bidang teknologi nuklir menjadi prioritas.

"Kita butuh SDM yang memahami nuklir, mulai dari pengoperasian, keselamatan, hingga skenario darurat. Saat ini, seluruh negara yang mengembangkan PLTN mengacu pada standar IAEA," tutupnya.(*)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru