Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 07 Maret 2026

Kapal Induk AS USS Nimitz Menghilang Dari Radar di Perairan Antara Malaysia dan Indonesia

Redaksi - Kamis, 19 Juni 2025 19:22 WIB
144 view
Kapal Induk AS USS Nimitz Menghilang Dari Radar di Perairan Antara Malaysia dan Indonesia
(Sumber: Mass Communication Specialist 3rd Class Elliot Schaudt/U.S. Navy via AP)
Ilustrasi Kapal Induk USS Nimitz di Laut Arab
Jakarta(harianSIB.com)
Kapal induk Amerika Serikat, USS Nimitz (CVN-68), diduga tengah bergerak menuju Timur Tengah untuk memperkuat posisi pertahanan AS, menyusul meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel.

Keberadaan kapal ini sempat hilang dari radar saat berada di perairan Malaysia dan Indonesia. Berdasarkan data dari pelacak kapal Marine Vessel Traffic, USS Nimitz dilaporkan telah mematikan transponder-nya dan berhenti mengirim sinyal lokasi.

Titik koordinat terakhir menunjukkan kapal berada di perairan antara Malaysia dan Indonesia, dengan kecepatan 19 knot dan arah 313 derajat. Sinyal terakhir terdeteksi pada 17 Juni pukul 02.03 GMT atau 09.02 WIB.

Meskipun belum ada pernyataan resmi mengenai tujuannya, arah pergerakan kapal induk tersebut mengindikasikan kemungkinan kuat bahwa USS Nimitz menuju Teluk Persia.

Mengutip laporan Sputnik dan dilansir dari Kompas TV, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth telah memerintahkan pemindahan kelompok tempur Nimitz ke wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS (CENTCOM). Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat postur pertahanan Amerika Serikat di kawasan sekaligus melindungi personel militer yang telah dikerahkan.

Sementara itu, pejabat Pentagon memastikan bahwa Angkatan Laut AS tetap aktif beroperasi di kawasan Laut Mediterania Timur untuk menjaga stabilitas dan mendukung keamanan nasional AS.

Di tengah situasi yang memanas, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat telah mencapai "kendali penuh dan total atas wilayah udara Iran."

Ketegangan antara Iran dan Israel meningkat tajam setelah serangan yang dilancarkan oleh Israel pada 13 Juni dini hari. Serangan tersebut disebut sebagai respons atas dugaan bahwa Iran tengah mengembangkan program nuklir militer rahasia yang dinilai telah mendekati titik kritis.

Sasaran serangan mencakup fasilitas nuklir, pangkalan udara, sistem pertahanan udara, rudal permukaan-ke-permukaan, serta sejumlah jenderal dan fisikawan nuklir terkemuka.

Iran, yang selalu membantah memiliki agenda militer dalam program nuklirnya, membalas dengan serangan rudal dan drone tempur.

Israel melaporkan lebih dari 20 korban jiwa dan 800 luka-luka, sementara Iran mengklaim 220 tewas dan 1.800 terluka dalam serangan tersebut. (*)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
BBM Mulai Langka di Saribudolok

BBM Mulai Langka di Saribudolok

Simalungun(harianSIB.com)Bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite dan solar mulai langka di daerah Saribudolok, Kecamatan Silimakuta, Kabupa