Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 19 Januari 2026

Mahasiswa Gelar Aksi di Depan DPR, Tagih 17+8 Tuntutan Rakyat

Redaksi - Jumat, 05 September 2025 20:43 WIB
147 view
Mahasiswa Gelar Aksi di Depan DPR, Tagih 17+8 Tuntutan Rakyat
Foto: Dok/Int
Aksi mahasiswa di depan Gedung DPR RI, Jumat (5/9/2025).
Jakarta(harianSIB.com)

Massa aksi mahasiswa menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat siang (5/9/2025). Aksi ini bertepatan dengan tenggat waktu pemenuhan 17 tuntutan jangka pendek yang sebelumnya telah diserahkan ke DPR.


Rombongan mahasiswa tiba di lokasi sekitar pukul 13.48 WIB, dengan mengenakan pakaian serba biru dongker. Mereka datang dari arah Semanggi sambil membawa atribut berupa bendera Universitas Padjadjaran, Bendera Merah Putih, serta sejumlah poster bertuliskan antara lain "17+8 Tuntutan Rakyat."

Sebagaimana diketahui, 17 tuntutan jangka pendek dan 8 tuntutan jangka panjang atau dikenal dengan sebutan "17+8 Tuntutan Rakyat" resmi diserahkan ke DPR pada Kamis (4/9/2025) oleh Kolektif 17+8 Indonesia Berbenah.

Tuntutan tersebut diterima Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, serta anggota Komisi VI dari Fraksi PDIP, Rieke Diah Pitaloka. Andre turut menandatangani surat serah terima tuntutan tersebut.

Isu yang diangkat dalam 17+8 tuntutan rakyat mencakup persoalan hak asasi manusia, reformasi lembaga negara, kesejahteraan buruh, guru, tenaga kesehatan, hingga transparansi dan pengawasan anggaran DPR.

Beberapa tuntutan memiliki tenggat pada hari ini, Jumat (5/9/2025), sementara sebagian lainnya jatuh pada 31 Agustus 2026. Adapun sejumlah tuntutan yang mendesak untuk dipenuhi hari ini di antaranya, pembentukan Tim Investigasi Independen kasus kekerasan oleh aparat. Penghentian keterlibatan TNI dalam pengamanan sipil. Pembebasan demonstran yang ditahan serta penghentian kriminalisasi. Pembekuan kenaikan gaji maupun tunjangan anggota DPR. Publikasi transparansi anggaran DPR secara berkala.

Sementara itu, tuntutan jangka panjang meliputi reformasi DPR dan partai politik, pengesahan UU Perampasan Aset Koruptor, penguatan independensi KPK, pembentukan kepolisian yang lebih humanis, serta penguatan peran Komnas HAM.

Untuk menjaga keamanan selama aksi, pihak kepolisian menurunkan 1.371 personel gabungan di sekitar lokasi. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru