Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 12 Maret 2026

Pejabat Eksekutif RAPP-APRIL Grup Ikut Tewas Dalam Insiden Helikopter Jatuh di Hutan Kalimantan, Ini Sosoknya

Redaksi - Minggu, 07 September 2025 08:47 WIB
343 view
Pejabat Eksekutif RAPP-APRIL Grup Ikut Tewas Dalam Insiden Helikopter Jatuh di Hutan Kalimantan, Ini Sosoknya
Foto: aprilasia.com
Mark Werren, Direktur Fiber untuk APRIL/ RAPP.
Kalimantan (harianSIB.com)


Seorang pejabat eksekutif APRIL Grup ikut menjadi korban dalam insiden jatuhnya Helikopter Tipe BK117 D3 milik Estindo Air jatuh di kawasan hutan sekitar Air Terjun Mandin Damar, Kecamatan Mentewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan pada Senin (1/9/2025) lalu. Bangkai helikopter dan jenazah para korban telah berhasil ditemukan pada Rabu (3/9/2025) lalu.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD berhasil mengevakuasi para korban. Medan titik penemuan helikopter berada di area dominan tanjakan mencapai 70 derajat, sehingga butuh waktu ekstra ke titik koordinat untuk melakukan evakuasi.

Dalam insiden ini, 8 orang dinyatakan tewas, dua di antaranya merupakan pilot Capt. Haryanto dan engeneering helikopter bernama Hendra. Sementara, 6 orang lainnya merupakan penumpang, salah satunya bernama Mark Werren.

Dikutip dari SABANGMERAUKE NEWS.com, Mark Werren merupakan pejabat senior (eksekutif) yang bekerja di perusahaan raksasa bubur kertas dan serat rayon Asia Pacific Resources International Limited (APRIL) Grup/ PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Pangkalan Kerinci, Riau.

Dikutip dalam laman aprilasia.com, Mark Werren menempati posisi sebagai Direktur Fiber untuk APRIL/ RAPP di Pangkalan Kerinci, Riau. Warga negara Australia ini memiliki gelar BSc (Hons) Forestry dari University of Aberdeen, dan gelar MSc Forestry dari University of Helsinki.

Mark telah bekerja sebagai ahli kehutanan sejak tahun 1980, dengan fokus utama daerah tropis, khususnya di wilayah Tanzania, Vietnam, Indonesia, Australia, Finlandia dan Skotlandia dan telah banyak melakukan proyek jangka pendek di negara lain.

Mark juga memiliki keahlian operasional manajemen perkebunan tropis berskala besar, termasuk persiapan dan pencapaian anggaran, desain serta manajemen pembibitan pohon modern.

Ia disebut sukses menerapkan plantation technology transfer, penelitian terapan, audit operasi, pengembangan berkelanjutan dan komunikasi. Mark berkontribusi terhadap pengembangan hutan tanaman industri pulpwood di Indonesia sejak 1988.

Berikut daftar 8 korban helikopter jadi di hutan Kalimantan:

1. Capt. Haryanto (Pilot in Command), Warga Negara Indonesia

2. Engineer Hendra (Crew), Warga Negara Indonesia

3. Mark Werren (Penumpang), Warga Negara Australia

4. Santhakumar Prabhakaran (Penumpang), Warga Negara India

5. Claudinei Pereira Quinto (Penumpang), Warga Negara Brasil

6. Yudi Febrian (Penumpang), Warga Negara Indonesia

7. Andys Rissa Pasulu (Penumpang), Warga Negara Indonesia

8. Iboy Irfan Rosa (Penumpang), Warga Negara Indonesia. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru