Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 19 Januari 2026

Asisten Kapolri Sebut Polri Masih Dihadapkan pada Masalah Intoleransi hingga Isu LGBT

Redaksi - Rabu, 29 Oktober 2025 09:40 WIB
596 view
Asisten Kapolri Sebut Polri Masih Dihadapkan pada Masalah Intoleransi hingga Isu LGBT
Foto: Instagram/@polda_bengkulu
Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Anwar.

Jakarta(harianSIB.com)

Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM) Irjen Anwar mengungkap masih adanya sejumlah persoalan yang dihadapi di internal Polri, mulai dari intoleransi, paham radikal, hingga isu LGBT.

Hal tersebut disampaikan Irjen Anwar dalam diskusi bertajuk "Rekonstruksi Jati Diri Bangsa: Merajut Nusantara untuk Mewujudkan Polri Sadar Berkarakter".

"Apakah ada masalah di Polri? Ada. Jadi saya harus jujur mengatakan, berkaitan dengan SSDM Polri, masalah apa yang kita hadapi? Satu, masalah intoleransi, masalah radikal. Apakah Polri sudah terpapar? Iya, kita harus akui," ujar Anwar dalam diskusi yang disiarkan melalui akun YouTube Divisi Humas Polri, dikutip Selasa (28/10), dilansir dari CNNIndonesia.com.

Ia mencontohkan salah satu kasus yang terjadi di Maluku Utara, di mana seorang anggota Polwan diketahui terpapar paham radikal setelah terpengaruh informasi dari media sosial. Akibatnya, anggota tersebut keluar dari Polri dan bergabung dengan kelompok radikal.

Baca Juga:
Selain itu, Anwar juga mencontohkan kegiatan lainnya yakni Polisi Cinta Sunnah (PCS) yang justru berujung kepada penyebaran paham Wahabi.

"Doktrinnya melaksanakan Sunnah Nabi Muhammad Saw tapi dilencengkan. Karena memang untuk masuk kegiatan itu harus menunjukkan yang benar, yang ujungnya adalah Wahabi. Wahabi itu apa? Teroris. Di sini ada di kepolisian," jelasnya.

Oleh sebab itu, Anwar mengatakan untuk mengantisipasi adanya paparan paham radikal, Polri rutin untuk menggelar kegiatan agama setiap hari Kamis. Ia menekankan peranan media sosial untuk dimanfaatkan melawan penyebaran paham radikal.

"Mereka bisa mencuci otak dengan medsos, maka kita juga gunakan medsos untuk mencuci otak anggota kita yang benar. Untuk mengimbangi," ujarnya.

Selain masalah radikalisme, Anwar mengatakan masalah lainnya yang menjangkiti Polri yakni LGBT. Hingga kini, dia mengaku masih kesulitan untuk mendeteksi anggota yang terpapar LGBT.

Ia bahkan mengaku sedang mencari alat yang dapat mendeteksi LGBT. Sebab, kata dia, proses deteksi melalui jejak digital masih sulit dilakukan.

"Saya masih mencari, di mana alat untuk bisa mendeteksi itu. Rupanya kita belum punya. Mungkin nanti kita mencari ke situ (teknologi)" jelasnya.

Lebih lanjut, Anwar menegaskan seluruh anggota yang terpapar LGBT sudah dikenakan sanksi berupa Pemecatan Tidak Dengan Hormat (PTDH). Ia memastikan tidak ada toleransi bagi pelanggaran apapun yang dilakukan anggota.

"Polisi sekarang tidak mentoleran hal seperti itu. Akhirnya begitu terjadi, ketahuan ya sudah diproses, lalu PTDH," pungkasnya.(*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
REI Sumut Siap Bangun 1.067 Rumah Polri
Jaringan Sabu dengan Bungkus Model Baru Ditangkap Mabes Polri
Eks Kadiv Humas Polri Jadi Inspektur Jenderal Kemenperin
Masih Berduka, HUT ke-73 Brimob Polri Digelar Sederhana
HUT 73 Tahun, Korps Brimob Polri Siap Hadapi Kamtibmas 2019
Poldasu Disebut Tidak Lindungi Oknum Polri Terlibat Kriminal
komentar
beritaTerbaru