Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Februari 2026

Jusuf Kalla, Nasaruddin Umar, dan Arsjad Rasjid Serukan Pesan Perdamaian di Roma

Redaksi - Senin, 03 November 2025 12:39 WIB
760 view
Jusuf Kalla, Nasaruddin Umar, dan Arsjad Rasjid Serukan Pesan Perdamaian di Roma
Antara
Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 RI Jusuf Kalla (ketiga dari kanan) berbicara dalam Daring Peace ? International Meeting for Peace 2025 di Roma, Italia, Senin (27/10/2025).

Jakarta(harianSIB.com)

Tiga tokoh Indonesia, yaitu Jusuf Kalla, Nasaruddin Umar, dan Arsjad Rasjid, menyuarakan perdamaian dunia dalam acara Daring Peace – International Meeting for Peace 2025 di Roma, Italia, pada Senin (27/10).

Ketiganya membawa perspektif berbeda, tetapi saling melengkapi soal politik, spiritualitas, dan ekonomi. Perspektif tersebut merepresentasikan wajah Indonesia sebagai negara plural yang menjunjung dialog dan kemanusiaan.

Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 RI Jusuf Kalla menyampaikan, perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan keberanian untuk memilih jalan dialog dan solidaritas.

"Perdamaian adalah keberanian untuk meletakkan senjata, baik fisik maupun ideologis, dan memilih keadilan serta kemanusiaan," katanya seperti dikutip dari kompas.com, Senin (3/11/2025)

Baca Juga:
Jusuf Kalla yang dikenal sebagai mediator konflik di Poso dan Aceh, juga mengatakan bahwa masjid dapat menjadi pusat pembinaan moral dan sosial umat.

"Masjid tidak boleh hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang sosial yang menumbuhkan keadaban dan solidaritas kemanusiaan," ucapnya.

Kemudian, Nasaruddin Umar yang saat ini menjabat sebagai Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, mengingatkan bahayanya politisasi agama yang dapat mengancam perdamaian.

Menurutnya, ancaman terbesar bagi perdamaian bukan agama, melainkan penyalahgunaan agama.

Ia juga menekankan pentingnya Islam sebagai rahmat bagi semesta alam dan mengajak dunia meneladani Indonesia sebagai 'laboratorium kerukunan' atau tempat umat beragama hidup berdampingan secara harmonis.

"Keberagaman Indonesia adalah warisan spiritual yang dapat dibagikan kepada dunia," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia dan Ketua Dewan Masjid Indonesia Bidang Kewirausahaan Arsjad Rasjid membahas mengenai dimensi ekonomi dalam menjaga perdamaian. Menurutnya, ketimpangan ekonomi menjadi sumber laten konflik.

"Ekonomi tanpa kemanusiaan adalah bentuk konflik tersembunyi," ujarnya dalam sesi bertema Economy and Solidarity.

Arsjad juga menyoroti pentingnya ekonomi berkeadaban dan pemberdayaan masyarakat berbasis solidaritas sosial.

Ia menyerukan agar dunia usaha menjadi bagian dari solusi kemanusiaan dan perdamaian global.

Diketahui, International Meeting for Peace 2025 di Roma merupakan forum lintas agama dan budaya yang mempertemukan ribuan tokoh dunia untuk membahas perdamaian global di tengah meningkatnya konflik dan ekstremisme. (*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Jusuf Kalla : Modal Bukan Lagi Hal Utama untuk Mulai Usaha
Wapres Jusuf Kalla akan Ketemu dengan 1000 Pendeta di Pinggiran Danau Poso
Konferensi Masa Depan Asia, Jusuf Kalla Sentil Proteksionisme AS
Pihak Istana Tepis Isu Gaji Jokowi dan Jusuf Kalla Naik
Jusuf Kalla : Masalah Freeport Tak Terlalu Rumit
Dilamar Keluarga Jusuf Kalla, Laudya Cinthia Bella Dikabarkan Diberi Rp21 Miliar
komentar
beritaTerbaru