Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 10 Februari 2026

TNI dan Unhan Bentuk Satgas Air Bersih untuk Penanganan Bencana di Sumatera

Redaksi - Minggu, 21 Desember 2025 15:08 WIB
333 view
TNI dan Unhan Bentuk Satgas Air Bersih untuk Penanganan Bencana di Sumatera
Foto: Dok/Kompas
TNI membentuk Satgas Pengembangan dan Penerapan Teknologi Penjernihan Air guna mendukung penanganan bencana di wilayah Sumatera.

Jakarta (harianSIB.com)

Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengembangan dan Penerapan Teknologi Penjernihan Air guna mendukung penanganan bencana di wilayah Sumatera.

Pembentukan Satgas tersebut disampaikan melalui siaran pers yang dilansir Kompas.com. Kolonel Inf Musthofa ditunjuk sebagai Koordinator Komando Satgas Air, sementara Ketua Komando Satgas dipercayakan kepada Diyan Parwatiningtyas, dosen Program Studi Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unhan RI.

Satgas Air ini melibatkan dosen serta kadet Unhan RI dari berbagai disiplin ilmu, di antaranya Rekayasa Sumber Daya Air, Fisika dan Teknik Sipil. Kehadiran Satgas diharapkan mampu memberikan solusi cepat atas keterbatasan air bersih di wilayah terdampak bencana.

Musthofa menjelaskan, misi awal Satgas adalah menerapkan teknologi pengolahan air berbasis reverse osmosis yang mampu memproduksi hingga 20.000 liter air bersih per hari untuk kebutuhan mandi dan mencuci, serta sekitar 4.000 hingga 5.000 liter air layak minum. Proses perakitan alat penjernihan air tersebut membutuhkan waktu sekitar empat hari.

Selanjutnya, perangkat water treatment reverse osmosis ini akan didistribusikan ke sejumlah titik bencana di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Sistem penjernihan air dirancang menggunakan tabung filtrasi berbahan fiber reinforced plastic (FRP) yang dilapisi media penyaring berupa manganese ferrolite, manganese zeolit, karbon aktif dan silika. Air hasil filtrasi kemudian diproses menggunakan teknologi reverse osmosis serta penyinaran ultraviolet (UV) untuk memastikan air terbebas dari garam terlarut, kontaminan mikro, serta bakteri dan virus berbahaya.

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru