Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 22 Februari 2026

Kemhan Luruskan Isu Kontrak Helikopter, Masih Tahap Uji Coba Operasional

Redaksi - Jumat, 26 Desember 2025 16:26 WIB
462 view
Kemhan Luruskan Isu Kontrak Helikopter, Masih Tahap Uji Coba Operasional
harianSIB.com/Dok
Kementerian Pertahanan.

Jakarta (harianSIB.com)

Kementerian Pertahanan (Kemhan) meluruskan informasi yang menyebut telah menandatangani kontrak pembelian 12 unit helikopter Mi-8/Mi-17. Kemhan menegaskan, hingga kini belum ada kontrak pengadaan, karena proses masih berada pada tahap penjajakan dan evaluasi teknis.

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, Rabu (24/12/2025), menjelaskan klarifikasi tersebut merespons unggahan akun Instagram Lembaga Kajian Pertahanan Strategis (KERIS) yang menyebut adanya kontrak antara PT Systems Solutions Indonesia dengan Baloggan Kemhan, serta klaim sejumlah helikopter telah beroperasi di Aceh untuk penanganan banjir bandang dan longsor.

"Terkait postingan helikopter dari Lembaga KERIS, perlu kami luruskan bahwa informasi tersebut belum dapat disebut sebagai pembelian atau kontrak pengadaan," kata Rico kepada Kompas.com, Rabu (24/12/2025).

Rico menyampaikan, saat ini Kemhan masih melakukan penjajakan dan evaluasi teknis, termasuk uji kesesuaian platform helikopter untuk mendukung berbagai misi, terutama operasi kemanusiaan dan bantuan bencana.

Baca Juga:
"Terkait keberadaan helikopter dalam misi bantuan kemanusiaan di wilayah Sumatera, termasuk Aceh, dapat kami sampaikan bahwa beberapa unit yang digunakan masih dalam konteks uji coba operasional (trial) untuk melihat efektivitas, keandalan, dan interoperabilitasnya dalam kondisi lapangan nyata," ujarnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses penilaian sebelum pemerintah mengambil keputusan lanjutan. Karena itu, Kemhan belum dapat menyampaikan perusahaan maupun negara asal helikopter dimaksud.

"Karena proses penjajakan masih berjalan dan belum masuk pada tahap pengadaan resmi," jelas Rico.

Sementara itu, CEO E-System Solutions, Habib Boukharouba, melalui unggahan di akun LinkedIn pribadinya, menyatakan PT E-Systems Solutions Indonesia membantu operasi kemanusiaan TNI Angkatan Darat di Aceh dengan menerjunkan sejumlah helikopter. Ia menyebut pengiriman tersebut dimungkinkan melalui program Fast Track Acquisition (FTA) dan kerja sama erat antara Kemhan dengan E-System Solutions Indonesia.

Kemhan menegaskan, seluruh proses masih bersifat uji coba dan evaluasi, khususnya untuk mendukung penanganan bencana di wilayah Sumatera, termasuk Aceh, sebelum ada keputusan resmi terkait pengadaan. (**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Dua Sopir Pembawa Sabu dan Ekstasi Asal Aceh Dihukum Mati
Kebakaran di Kementerian Pertahanan, 11 Mobil Pemadam Dikerahkan
Film Jepang Tentang Tsunami Aceh Buka NETPAC Asian Film Festival
Sidak Toko dan Warung, Wabup Aceh Besar Pukul Meja
Cabuli Dua Muridnya, Seorang Guru di Aceh Ditangkap Polisi
15 Gajah Liar Rusak Rumah Warga di Aceh
komentar
beritaTerbaru