Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Selasa, 10 Maret 2026

LAZNAS AQL Peduli dan Pemkab Aceh Timur Programkan Pemulihan Pasca Banjir Berbasis Masjid

Horas Pasaribu - Selasa, 06 Januari 2026 11:05 WIB
318 view
LAZNAS AQL Peduli dan Pemkab Aceh Timur Programkan Pemulihan Pasca Banjir Berbasis Masjid
Foto Dok LAZNAS
FOTO BERSAMA: Tim Amil Zakat Nasionak (LAZNAS) AQL Peduli foto bersama Bupati Aceh Timur foto bersama usai pertemuan kesepakatan pemulihan pasca bencana berbasis Masjid, Jumat (2/1/2026).

Aceh Timur(harianSIB.com)

Bencana alam yang melanda Aceh Timur dan sekitarnya mengundang Lembaga Amil Zakat Nasionak (LAZNAS) AQL Peduli bergerak demi pemulihan pasca bencana berbasis Masjid.

Guna memulai gerakan ini, LAZNAS AQL Peduli berkoordinasi langsung dengan Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si.

Berdasarkan press release, Senin (5/1/2026), pertemuan dilakukan, Jumat (2/1/2026), tim LAZNAS AQL Peduli dihadiri KH Bachtiar Nasir, selaku pembina dan Direktur Samade.

Pada pertemuan tersebut, Bachtiar Nasir menyampaikan, banyak infrastruktu yang rusak, baik rumah, jalan, jembatan, fasilitas umum seperti rumah ibadah, rumah sakit, puskesmas, sarana dan prasana pendidikan baik negeri maupun swasta.

Baca Juga:
Dari pendataan yang sudah didapatkan oleh Tim, Bachtiar menegaskan, LAZNAS AQL Peduli akan bergerak melaksanakan pemulihan yang difokuskan pada 'Pulihkan Aceh dari Masjid'. Maksud dari program ini adalah pendekatan pemulihan masyarakat dengan menjadikan masnid sebagai pusat ibadah, distribusi bantuan, pendidikan dan penguatan ekonomi umat.

Bachtiar Nasir menjelaskan, LAZNAS AQL Peduli memiliki komitmen mengawal Aceh Timur melalui, Pemulihan berbasis masjid, penguatan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi serta koordinasi erat dengan pemerintah daerah, BNPB, serta tokoh lokal.

"Aceh bukan hanya dipulihkan infrastrukturnya, tetapi juga iman, ilmu, dan kemandirian ekonominya," tegasnya.

Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky menyampaikan, bencana banjir di wilayahnya terjadi pada 26 November 2025, akibat hujan deras selama sepekan.

Dampak terparah dirasakan di Aceh Timur. Daerah terdampak lainnya meliputi Aceh Utara, Bireuen, dan Aceh Tamiang, dengan karakter dampak dan penanganan yang berbeda-beda.

Dia menceritakan, sejak hari pertama berada di lokasi, dia imelihat langsung kondisi lapangan dan memimpin penanganan bencana. Hampir seluruh daerah Aceh Timur dilaporkan tenggelam. Evakuasi dilakukan menggunakan speedboat, termasuk penyelamatan lima warga Desa Seumali yang terjebak di atap rumah, di antaranya anak-anak.

Kondisi diperparah oleh listrik dan jaringan internet yang terputus total, sehingga masyarakat bertahan hidup selama tiga hari dengan makanan seadanya. "Sebagian warga tidak makan sama sekali karena ketakutan dan keterbatasan logistik," ungkapnya.

Berdasarkan pendataan yang dilakukan, Pemkab Aceh Timur memperkirakan masa pemulihan membutuhkan waktu hingga 3 (tiga) tahun dengan estimasi kebutuhan anggaran sekitar Rp7,1 triliun, dan tercatat 57 korban meninggal dunia dan sejumlah desa harus direlokasi.

" Saat ini program hunian sementara dan hunian tetap dari pemerintah masih terkendala persoalan lahan," ucapnya.

Kebutuhan yang sangat mendesak kata bupati adalah kebutuhan pangan hingga Ramadhan, perlengkapan dapur, perlengkapan sekolah, tenda untuk sekolah dan puskesmas darurat, serta pembangunan mushalla yang hilang.

"Rumah warga yang rusak akan menjadi tanggung jawab pemerintah, sementara peran lembaga kemanusiaan diharapkan dapat memperkuat pemulihan ekonomi masyarakat dan layanan sosial berbasis komunitas," harapnya.

Bupati berharap kepada LAZNAS AQL Peduli tidak sungkan dalam berkoordinasi dalam menjalankan misi kemanusiannya guna membantu pemulihan pasca bencana. Pemkab sangat berterimakasih atas bantuan dan konstribusinya dalam menghadirkan Program Pemulihan dari Masjid,.

"Semoga program ini dapat dilaksanakan sebaik-baiknya, apalagi ini dipimpin langsung oleh KH Bachtiar Nasir, yang sangat kami hormati dan sungguh sangat membuat kami bersemangat dalam menuntaskan pembangunan pascabencana," tuturnya. (*)

Editor
: Wilfred Manullang
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Wakapolri Minta Ekonomi dan Wisata Berbasis Masjid Diberdayakan
komentar
beritaTerbaru