Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 05 Maret 2026

Krisis Air Bersih Hantui Warga Terdampak Banjir di Aceh Tamiang, PT Rapala Beri Perhatian Serius

Donna Hutagalung - Jumat, 09 Januari 2026 15:46 WIB
496 view
Krisis Air Bersih Hantui Warga Terdampak Banjir di Aceh Tamiang, PT Rapala Beri Perhatian Serius
Foto: Dok/PT Rapala
Tim kesehatan PT Rapala melayani warga terdampak bencana banjir Aceh Tamiang.

Aceh Tamiang(harianSIB.com)

Kebutuhan air bersih masih menjadi persoalan mendesak bagi warga terdampak banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Aceh Tamiang. Kondisi ini banyak dikeluhkan warga saat tim kesehatan PT Raya Padang Langkat (PT Rapala) melakukan aksi tanggap darurat di beberapa desa yang terdampak banjir.

Tim kesehatan PT Rapala mencatat sejumlah penyakit paling banyak diderita warga, seperti demam, diare, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), serta penyakit kulit berupa gatal-gatal. Kasus-kasus tersebut ditemukan saat pelayanan kesehatan di Desa Kampung Marlempang, Dusun Benteng, Dusun Rambutan di Kecamatan Marlempang Desa Balai, Desa Cinta Raja, Desa Bandar Baru di Kecamatan Bendahara, hingga Kampung Paya Udang, Kecamatan Seruway.

Baca Juga:
Tim kesehatan PT Rapala di Aceh Tamiang (Foto: Dok/PT Rapala)

Pasca banjir, sebagian besar sumber air bersih milik warga terendam air dan lumpur sehingga pasokan air layak konsumsi menjadi sangat terbatas. Meski Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang telah menyalurkan bantuan air bersih melalui mobil tangki serta melakukan pengeboran sumur, kebutuhan air warga dinilai masih belum terpenuhi secara optimal.

Datuk Penghulu Kampung Paya Udang, Kecamatan Seruway, Armansyah, Kamis (9/1/2026), mengatakan, pasokan air bersih dari jaringan PDAM di wilayahnya memang sudah mengalir, namun tidak berlangsung secara kontinu karena kerap mengalami gangguan.

Sementara itu, sumur bor yang sedang dibangun hingga kini belum mampu memenuhi kebutuhan sekitar 1.500 jiwa di kampung tersebut.

"Pasokan air PDAM sebenarnya ada, tetapi tidak mengalir setiap saat. Kami berharap sumur bor yang sedang dikerjakan bisa membantu mengatasi persoalan air bersih di desa kami," ujar Armansyah.

Keluhan serupa disampaikan Datuk Penghulu Desa Bandar Baru, Kecamatan Bendahara, Yanda. Ia menyebutkan distribusi air bersih dari mobil tangki bantuan pemerintah daerah memang telah dilakukan, namun tidak datang setiap hari untuk mencukupi kebutuhan sekitar 370 kepala keluarga.

"Untuk mandi dan mencuci saja sulit, bahkan untuk beribadah pun kami kesulitan air setiap hari," ungkap Yanda.

Salah seorang tim kesehatan PT Rapala, dr Safrida, menjelaskan, keterbatasan air bersih memaksa warga mengurangi aktivitas mandi dan mencuci. Air bantuan yang ada hanya digunakan untuk kebutuhan minum dan memasak. Ketika pasokan habis, warga terpaksa tidak memasak dan bergantung pada dapur umum.

"Keterbatasan dan kondisi air yang tidak higienis menjadi salah satu faktor utama penyebab meningkatnya penyakit di tengah warga," jelas Safrida.

Ia menambahkan, ketersediaan air bersih perlu segera dibenahi agar persoalan kesehatan masyarakat dapat teratasi.

Sementara itu, perwakilan kantor direksi PT Rapala, Divai Pasaribu, mengatakan persoalan air bersih juga menjadi perhatian serius pihaknya, selain pemberian layanan kesehatan. PT Rapala telah menyalurkan bantuan air bersih berupa air kemasan satu dus untuk setiap keluarga setiap kali melakukan pelayanan kesehatan di desa-desa terdampak. Sebelumnya, perusahaan juga menyalurkan air bersih melalui mobil tangki yang didatangkan dari Kota Medan.

PT Rapala terus berperan aktif mendukung pemerintah daerah dalam penyaluran bantuan logistik dan layanan kesehatan dengan menurunkan tim medis lengkap bagi warga korban banjir sejak Desember 2025 hingga saat ini, sebagai bentuk kepedulian di wilayah Langkat hingga Aceh Tamiang. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Gedung Polsek di Aceh Tamiang Dibakar Massa
Mencuri Sepedamotor di Langkat, Ditangkap di Aceh Tamiang
JK: Tanggap Darurat NTB Berakhir Hari Ini, Disiapkan Rp4 T untuk Rehab
BNPB: 387 Orang Meninggal, Tanggap Darurat Gempa NTB Diperpanjang
India Krisis Air Bersih, Jutaan Orang Kehausan dan Terpapar Penyakit
Tim Tanggap Darurat Bencana HKBP Pematangsiantar Berikan Bantuan ke Posko BPBD Simalungun
komentar
beritaTerbaru