Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 19 Januari 2026

Pasca Bencana Ekologi Sumatera, YPDT dan Batak Center Gelar Refleksi di Jakarta

Victor R Ambarita - Sabtu, 10 Januari 2026 13:23 WIB
2.017 view
Pasca Bencana Ekologi Sumatera, YPDT dan Batak Center Gelar Refleksi di Jakarta
Foto: SNN/ Victor Ambarita
Foto Bersama: Foto bersama usai "Refleksi Awal Tahun 2026" YPDT dan Batak Center di Gedung Halim Persada, Jakarta, Jumat (9/1/2026).

Perusahaan tersebut dituding bertanggung jawab atas kerusakan 55 sungai dan 3.039 anak sungai di daerah tangkapan air Danau Toba.

​"TPL hanya berganti baju dari Indorayon, namun tetap menjalankan praktik eksploitasi yang merugikan flora, fauna, dan masyarakat adat," ujar Maruap dalam refleksinya.

Ia merujuk pada rentetan konflik di Natumingka dan Sihaporas sebagai bukti nyata dampak sosial dari keberadaan korporasi tersebut.

Maruap menegaskan, curah hujan ekstrem akibat Siklon Senyar hanyalah pemicu teknis. Akar masalah sebenarnya adalah kehancuran hutan di hulu dan konversi daerah tangkapan air menjadi lahan sawit serta pertambangan.

"Toba Pulp Lestari harus ditutup selamanya, bukan sementara. Jika hanya sementara, sejarah akan berulang dan publik akan kembali dibohongi," ujar dia.

​Selain TPL, refleksi ini juga menyoroti kerugian finansial akibat bencana yang mencapai Rp 77,4 triliun, serta mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera menetapkan status Bencana Nasional agar pemulihan infrastruktur dan aktivitas ekonomi warga dapat segera tertangani.(*)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru