Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Rabu, 04 Februari 2026

Gubernur NTT: Kendala Adminduk Bikin Keluarga YBS Tak Terima Bansos

Redaksi - Rabu, 04 Februari 2026 16:47 WIB
115 view
Gubernur NTT: Kendala Adminduk Bikin Keluarga YBS Tak Terima Bansos
(detikBali/Simon Selly)
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena.

Kupang(harianSIB.com)

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena mengungkapkan keluarga YBS (10) mengalami kendala administrasi kependudukan (adminduk) sehingga tidak menerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah.

Menurut Laka Lena, persoalan tersebut terjadi setelah keluarga YBS berpindah domisili dari Kabupaten Nagekeo ke Kabupaten Ngada. Perpindahan itu tidak diikuti dengan pembaruan data adminduk, sehingga berdampak pada hak keluarga untuk menerima bansos.

"Saya tahu kejadian ini juga kependudukan mereka tidak ditopang karena mereka pindah dari Nagekeo ke Jerebu'u, Ngada. Ternyata adminduk belum diamankan," kata Laka Lena, Rabu (4/2/2026).

Ia menyebutkan, persoalan adminduk keluarga YBS langsung ditangani setelah dirinya menerima kabar duka terkait YBS, seorang siswa kelas IV sekolah dasar di Kabupaten Ngada yang ditemukan meninggal dunia.

Baca Juga:
"Saya langsung suruh teman-teman di sana untuk segera beresin soal itu. Kalau dia tidak terima bantuan sosial hanya karena persoalan adminduk, itu hal sepele," ujarnya.

Gubernur menegaskan, persoalan administrasi kependudukan seharusnya bisa diselesaikan dengan cepat agar tidak menimbulkan dampak berkepanjangan bagi masyarakat.

"Ini cuma soal kertas selembar, segera diberesin, sehingga kejadian seperti ini tidak terjadi lagi ke depannya," tambahnya.

Laka Lena menjelaskan, kendala adminduk tersebut berdampak langsung pada keluarga korban yang tidak menerima bantuan sosial dari pemerintah setelah pindah domisili.

"Saya dengar mereka tidak dapat bantuan sosial karena pergeseran mereka dari Nagekeo ke Jerebu'u, itu administrasinya belum beres," jelasnya.

Pasca-kejadian, Laka Lena memastikan Pemerintah Kabupaten Ngada bersama Pemerintah Provinsi NTT siap memberikan pendampingan dan dukungan kepada keluarga korban.

"Intinya, kami dan Pemerintah Ngada akan membantu dan mendukung keluarga korban untuk melewati situasi ini," tegasnya.

Diketahui, YBS (10), siswa kelas IV di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Ngada, NTT, ditemukan meninggal dunia pada Kamis (29/1/2026) siang. Korban diketahui tinggal bersama neneknya yang berusia sekitar 80 tahun. Sebelumnya, korban sempat meminta uang kepada ibunya untuk membeli buku dan pena, namun belum dapat dipenuhi karena keterbatasan ekonomi keluarga. (**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Gerindra Pererat Hubungan Pemerintah dan Pemda Papua
Ayah Prada Lucky Chepril Saputra Ditangkap Denpom Kupang, Dilaporkan Istri atas Dugaan KDRT dan Penghinaan
Tangis Haru Pecah Usai 21 Terdakwa Penganiaya Prada Lucky Divonis dan Dipecat
Isu AHY Pakai Private Jet Saat Kunker NTT Dibantah Kemenko IPK
AHY Disebut Gunakan Private Jet Saat Kunker ke NTT, Kemenko IPK Bantah
Kisah Kompol Cosmas: Dipecat dari Brimob Usai Insiden Rantis Lindas Ojol, Punya Saudara Kembar Misionaris di Jerman
komentar
beritaTerbaru