Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 26 Februari 2026

Hospitality - Keramahtamahan - Habasaron: Koentji Sukses Industri Pariwisata

Oleh : Sampe L Purba
Redaksi - Minggu, 17 April 2022 14:38 WIB
8.029 view
Hospitality - Keramahtamahan - Habasaron: Koentji Sukses Industri Pariwisata
Foto: Ist/harianSIB.com
Sampe L Purba
Alam yang indah dan unik, hanyalah merupakan modal dasar (natural heritage) dalam industri Pariwisata, yang dikaruniakan Tuhan YME.

Untuk menjadi daerah tujuan wisata yang berkualitas (longer stay - a bunch of shopping), diperlukan 4 A, yaitu Access (infrastruktur jalan yang baik, sinyal telekomunikasi/ bandwidth yang reliable), Amenities (prasarana pendukung, seperti akomodasi yang bersih, kuliner yang variatif, keamanan dan sarana kesehatan), Attraction (kekayaan dan keanekaragaman budaya dan atraksi. Budaya asli maupun perpaduan kontemporer. Read the trend), serta Affective ancilliaries (kerelaan memberikan tambahan pelayanan sukarela - manurdukhon denggan ni parange).

Kawasan Danau Toba (KDT), telah lama menjadi daerah wisata alam. Tetapi saat ini telah jauh disalip oleh kawasan baru seperti Labuan Bajo. [You may check in google].

Tahu apa kuncinya ?. Ya 4 A tadi.

Pengalaman nyata kami kemarin - saya buat testimoni di bawah ini - juga saya masukkan di web Review Tripadviser....

Semoga ada manfaat - dan kita berbenah, berlomba lomba menabur kebaikan. Ida-ida na butong, jora-jora na male.

Happy Easter 2022

Extending Hospitality (manurdukhon denggan ni parange)

Vila Domanik - Labuan Bajo - Flores.
15 menit berkendara, di luar kota Labuan Bajo. Dikelola oleh Ibu Domanik, warga negara Perancis. Vila ini sangat tenang. Menghadap ke hutan pegunungan dan sudut laut Labuan Bajo. Sempurna untuk rejuvenation (paulak hosa loja) setelah perjalanan panjang. Tidak ada TV dan meja kerja. Hanya untuk bersantai. Saya bertemu dengan 3 anggota staf, yang bertugas sebagai pelayan restoran, perawat halaman dan taman, serta sopir antar-jemput. Bahkan Bu Domanik sendiri menjadi Chef.

Ketika kami kembali ke Jakarta melalui Bandara Komodo, saya dan istri berniat untuk makan siang di bandara. Ternyata setelah check in, kita ke ruang tunggu, tidak ada penjual makanan - mungkin karena bertepatan dengan bulan puasa Ramadhan. Lounge juga masih ditutup - sejak pandemi sebelumnya.

Tapi tahukah Anda.... Kami menelepon sopir hotel yang telah kembali setelah mengantar kami ke bandara, untuk membelikan paket makanan siap saji. Dia - namanya Pak Dedi - senang melakukannya. Dia menggunakan uangnya terlebih dahulu, membeli makanan, dan mengantarkannya kepada kami di bandara.

Menakjubkan, bukan?. Itulah yang disebut Hospitality and Affective Ancilliary...

God Bless U - God Bless Nusantara - Selamat Paskah 2022. (Sampe Purba - Traveler-in-duty)

Editor
: Bantors Sihombing
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru