Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 31 Agustus 2025

Produksi Gabah di Batubara Turun Drastis Akibat Kekeringan Berkepanjangan

Nelly Hutabarat - Senin, 30 Juni 2025 20:52 WIB
1.245 view
Produksi Gabah di Batubara Turun Drastis Akibat Kekeringan Berkepanjangan
Ist/SNN
ilustrasi
Medan(harianSIB.com)
Produksi padi di Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, mengalami penurunan signifikan akibat kekeringan yang melanda selama dua tahun lebih. Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Utara mencatat, sawah tadah hujan di wilayah tersebut telah mengalami kekeringan selama 2,6 tahun terakhir.

Akibat kondisi itu, produksi gabah turun dari 34.346 ton (setara 21.878,4 ton beras) pada 2023 menjadi 31.357 ton (setara 19.755 ton beras) pada 2024. Penurunan ini mencapai 2.989 ton.

Fungsional Perencana Ahli Muda Dinas Ketapang Sumut, Yusfahri Peranginangin, mengungkapkan hal ini pada Senin sore (30/6/2025), menanggapi pernyataan anggota DPRD Sumut dari Dapil Asahan, Tanjung Balai dan Batubara, Ebenejer Sitorus.

Baca Juga:

Menurut Yusfahri, lahan sawah yang terdampak kekeringan pada 2023 mencapai 6.079 hektare, dan berkurang menjadi 5.550 hektare pada 2024, dengan rata-rata produktivitas hanya sekitar 5,6 ton per hektare. Lahan tersebut dikelola oleh 1.182 kelompok tani yang tersebar di empat desa yakni, Kampung Kelapa, Suka Ramai, Pematang Panjang dan Rumah Sundai.

Sementara itu, Kepala UPT Dinas Ketapang Sumut, Marino, menyebutkan, penyebab utama kekeringan adalah rusaknya bendungan di wilayah tersebut. Hingga kini, bendungan itu belum diperbaiki, sehingga irigasi tidak berjalan optimal dan lahan tidak dapat digunakan secara maksimal untuk produksi pertanian. (*)

Baca Juga:
Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru