Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 30 Agustus 2025

Gawat! Udang Beku Indonesia Terdeteksi Radioaktif di Amerika Serikat, Ekspor Terancam

Redaksi - Rabu, 27 Agustus 2025 07:40 WIB
194 view
Gawat! Udang Beku Indonesia Terdeteksi Radioaktif di Amerika Serikat, Ekspor Terancam
Ist/SNN
Petugas amankan lokasi yang diduga tercemar zat radioaktif.

Upaya Penanganan dan Dampak Ekonomi

Hingga Rabu (27/8/2025), upaya penanganan terus dilakukan secara intensif:
- Operasi PT BMS Dihentikan: Aktivitas produksi di pabrik tersebut dihentikan sementara untuk audit lingkungan menyeluruh.
-Area Diamankan: Bapeten telah memasang garis polisi dan menutup area terkontaminasi dengan terpal untuk mencegah penyebaran.
-Analisis Lanjutan: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dilibatkan untuk melakukan analisis sampel menggunakan detektor canggih high purity germanium (HPGe) guna mendapatkan hasil yang akurat.
-Pemantauan Diperluas: Radius pemantauan paparan radiasi diperluas hingga 5 kilometer dari titik temuan untuk memastikan tidak ada sebaran lebih lanjut.

Namun, penelusuran sumber utama kontaminasi menghadapi kendala, karena material radioaktif tersebut diduga dibawa oleh pemulung yang tidak mengetahui risiko bahayanya.

Di sisi ekonomi, krisis ini telah memukul industri udang nasional. Ketua Shrimp Club Indonesia mengakui bahwa para petambak mulai merasakan kesulitan menjual hasil panen mereka. Stigma 'terkontaminasi radioaktif' telah melekat, meskipun kadar pada produk yang diekspor tergolong rendah.

Baca Juga:

Penting untuk dicatat, pemerintah memastikan tidak ada produk udang terkontaminasi yang beredar di pasar domestik Indonesia. Produk dari perusahaan lain juga dipastikan tetap aman untuk diekspor.

Kasus ini menjadi pelajaran mahal tentang vitalnya pengawasan limbah industri dan ketatnya rantai pasok keamanan pangan. Pemerintah Indonesia kini berupaya melakukan diplomasi dengan otoritas AS sembari bekerja keras memulihkan kepercayaan pasar global terhadap udang Nusantara.(**)

Baca Juga:
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru