Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 31 Agustus 2025
* Pemerintah Jepang Mengecam, Tak Bisa Dimaafkan

Korut Tembakkan Rudal Balistik, Mendarat di Jepang

* Korsel: Ini Ancaman Serius
Redaksi - Jumat, 25 Maret 2022 09:40 WIB
383 view
Korut Tembakkan Rudal Balistik, Mendarat di Jepang
(Foto: Reuters)
Ilustrasi: rudal diluncurkan.
Jakarta (SIB)
Korea Utara (Korut) menembakkan rudal balistik jarak jauh pada hari Kamis (24/3) yang mendarat di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang. Sebuah langkah yang diperkirakan akan secara dramatis meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut.

Pemerintah Jepang mengecam tindakan Korut tersebut dan menyebutnya "tak bisa dimaafkan".

Dilansir dari kantor berita AFP, Kamis (24/3/2022), pihak Penjaga Pantai Jepang mengatakan rudal yang diyakini sebagai rudal balistik antarbenua (ICBM) itu mendarat sekitar 170 km sebelah barat Cape Tappi, Prefektur Aomori. Itu artinya, rudal tersebut mendarat di dalam wilayah zona ekonomi eksklusif Jepang, yang membentang 200 mil laut (370 km) dari pantainya.

"Analisis kami saat ini menunjukkan bahwa rudal balistik terbang selama 71 menit dan sekitar 15:44, itu mendarat di perairan dalam Zona Ekonomi Eksklusif Jepang di Laut Jepang sekitar 150 kilometer barat semenanjung Oshima, Hokkaido," kata Makoto Oniki, Menteri Pertahanan Jepang seperti diberitakan kantor berita AFP.

"Mengingat rudal balistik kali ini terbang di ketinggian lebih dari 6.000 km, jauh lebih tinggi dari ICBM Hwasong-15 yang diluncurkan pada November 2017, rudal yang hari ini diyakini sebagai ICBM baru," tambahnya.

Dia mengatakan bahwa kementerian belum menerima laporan kerusakan kapal atau pesawat akibat rudal Korut itu. Dia menyebut peluncuran itu sebagai "ancaman serius" bagi keamanan Jepang.

"Pada saat dunia sedang menghadapi invasi Rusia ke Ukraina, Korea Utara terus maju dengan peluncuran yang secara sepihak memperburuk provokasi terhadap komunitas internasional, yang sama sekali tak bisa dimaafkan," tegas Oniki.

Ancaman Serius
Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in mengonfirmasi bahwa Korea Utara telah menembakkan rudal balistik antarbenua pada Kamis (24/3). Ini pertama kalinya Pyongyang meluncurkan ICBM sejak 2017.

Dilansir dari kantor berita AFP, Kamis (24/3), peluncuran ICBM adalah salah satu dari hampir selusin uji coba senjata yang telah dilakukan oleh Korea Utara sepanjang tahun ini. Rangkaian peluncuran ini menandai berakhirnya moratorium uji coba nuklir dan rudal jarak jauh yang diberlakukan sendiri.

Dalam sebuah pernyataan, Moon menyebut, peluncuran ICBM ini adalah "pelanggaran terhadap penangguhan peluncuran rudal balistik antarbenua yang dijanjikan oleh Ketua Kim Jong Un kepada komunitas internasional."

"Ini merupakan ancaman serius bagi semenanjung Korea, kawasan dan komunitas internasional," katanya, seraya menambahkan bahwa itu adalah "pelanggaran nyata" terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB.

Sebelumnya, Pyongyang secara resmi menghentikan pengujian rudal jarak jauh sementara pemimpinnya, Kim Jong Un memulai negosiasi tingkat tinggi dengan Presiden Amerika Serikat saat itu Donald Trump. Tetapi pembicaraan gagal pada 2019 dan terhenti sejak itu.

Meskipun terkena sanksi internasional, Korea Utara telah menggandakan upaya untuk memodernisasi militer. Pekan lalu, Korea Utara menguji coba apa yang menurut para analis kemungkinan merupakan "rudal monster" - ICBM jarak jauh yang baru. Namun uji coba itu gagal karena rudal tersebut meledak segera setelah diluncurkan. (detikcom/d)

Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru