Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 31 Agustus 2025

Agenda Utama Menko Polhukam: Jaga Kondisi Aman hingga Pelantikan Presiden

* Hadi Tjahjanto Ajak PBNU Jaga Kondusivitas Usai Pemilu
Redaksi - Jumat, 23 Februari 2024 09:25 WIB
338 view
Agenda Utama Menko Polhukam: Jaga Kondisi Aman hingga Pelantikan Presiden
(SinPo.id/Setpres)
Menko Polhukam Hadi Tjahjanto.
Jakarta (SIB)
Menko Polhukam Hadi Tjahjanto membeberkan sejumlah agenda utama selama delapan bulan dirinya menjabat. Hadi mengaku akan menjaga kondisi aman dan tentram usai Pemilu hingga pelantikan presiden.
"Agenda utama dalam delapan bulan jabatan saya adalah menjaga kondisi aman dan tentram, mulai dari pengumuman hasil pemilu kemudian sampai dengan ujungnya pelantikan presiden dan wapres terpilih dalam kondisk aman dan damai," kata Hadi usai sowan ke Kantor PBNU di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (22/2).
Hadi mengatakan untuk mempertahankan situasi kondusif ini, dirinya akan menggandeng sejumlah tokoh hingga organisasi masyarakat (ormas). Di sisi lain, dirinya telah menemui Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan kondisi aman. Dalam waktu dekat dirinya akan bertolak ke Yogyakarta menemui sejumlah tokoh.
"Kemarin saya sudah bertemu Panglima TNI dan Pak Kapolri terkait kondisi keamanan dan beliau sampaikan kondisinya sanga kondusif, aman tak ada masalah. Ini yang harus dijaga kondisinya sehingga agenda sampai akhir tahun nanti semua terjaga dengan baik. Berikutnya saya juga koordinasi dengan seluruh tokoh agama, besok saya ke Jogja," ujarnya.



Ajak PBNU
Dalam pertemuan dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Hadi mengajak jajaran PBNU bersama-sama menjaga situasi kondusif Pemilu 2024.
"PBNU ini adalah organisasi kemasyarakatan yang sangat besar yang berfalsafah keagamaan mulai dari struktural sampai dengan kultural. Oleh sebab itu, memiliki peran yang besar untuk memberikan kontribusi terhadap situasi yang kondusif seperti saat ini pasca-Pileg, Pilpres, tanggal 14 Februari 2024," kata Hadi seusai pertemuan.
Hadi berujar, dalam pertemuan pagi itu, dia bersama Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) banyak berbincang situasi tenang seusai gelaran pesta demokrasi beberapa waktu lalu. Ia berharap kondisi tenang terus dipertahankan.
"Sebagai anak bangsa, untuk menjaga kondisi ini dan beliau Gus Yahya sangat setuju dan sangat mendukung, sehingga seluruh proses pembangunan yang sedang berjalan ini bisa berjalan dengan baik dan bisa langsung dirasakan oleh masyarakat dan insyaallah dengan hubungan kita semua maka kondisi yang saat ini sangat kondusif ini terus akan terjadi," ucapnya.
Hadi meyakini PBNU sebagai ormas besar memiliki kekuatan memberikan rasa tenang kepada masyarakat. Imbauan-imbauan tersebut, kata dia, bisa disampaikan melalui acara maupun kegiatan-kegiatan rutin NU.
"Kita menggunakan kegiatan-kegiatan itu untuk mengajak masyarakat agar hatinya tenang, kondisi aman, senyum, tidak gontok-gontokan, kan ini sifat bangsa Indonesia seperti itu," jelasnya.
Hadi menyampaikan, dalam waktu dekat, dirinya akan sowan ke sejumlah tokoh agama selain PBNU untuk berkoordinasi menjaga situasi di masyarakat aman dan tenteram.
"Berikutnya saya juga koordinasi dengan seluruh tokoh agama, besok saya ke Yogya, nanti siang saya ke senior saya Pak Mahfud Md," ujarnya.
Sementara itu, Gus Yahya merasa terhormat lantaran PBNU menjadi yang pertama disinggahi Hadi setelah dilantik menjadi Menko Polhukam. Gus Yahya mengaku siap bekerja bersama mempertahankan situasi kondusif.
"Persis sehari dilantik, langsung berkunjung ke PBNU dan tadi kami diskusi mengenai apa yang disampaikan Bapak Hadi tadi dan insyaallah kami mampu menjaga keadaan yang sudah kondusif keadaan masyarakat ini supaya semua untuk memenuhi hajat untuk mengatasi masalah-masalah dan rekan-rekan PBNU siap kerja sama dan upayakan dalam jaga kondusivitas," kata Gus Yahya. (**)



Baca Juga:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru