PORT-AU-PRINCE (SIB)
Geng kriminal Haiti kini kian merajalela. Mereka dilaporkan menyerang beberapa gedung pemerintah di ibu kota negara tersebut, Port-au-Prince, termasuk Istana Kepresidenan.
Stasiun televisi ABC News, dengan mengutip sumber penegak hukum setempat, melaporkan bahwa para penjahat juga menyerang kantor Kementerian Dalam Negeri Haiti dan kantor polisi. Serangan tersebut, yang dimulai pada Jumat (8/3) malam, dan dikoordinasikan oleh beberapa kelompok kriminal berbeda.
“Sekitar 12 anggota geng tewas dalam aksi itu,” kata sumber tersebut, seperti dikutip pada Sabtu (9/3) WIB.
Menurut laporan media itu, warga Haiti menyaksikan tembakan keras dan beberapa ledakan dalam kekacauan itu. Sementara ratusan orang terpaksa meninggalkan daerah tersebut karena bentrokan sengit antara geng dan polisi.
Sampai berita ini ditulis, belum ada laporan mengenai korban di pihak polisi.
Pekan lalu, sebuah geng bersenjata menyerbu penjara terbesar di Haiti dan melepaskan sejumlah narapidana-yang sampai saat ini belum dapat dikonfirmasi banyaknya. Mereka juga menyerbu satu penjara lainnya.
Atas peristiwa itu, pihak berwenang Haiti mengumumkan keadaan darurat 72 jam dan jam malam untuk memburu para pelaku. Haiti telah terperosok dalam krisis sosial dan politik yang parah pascapembunuhan Presiden Jovenel Moise pada 7 Juli 2021.
Negara Karibia itu kini menghadapi peningkatan aktivitas kelompok kriminal yang belum pernah terjadi sebelumnya. Banyaknya bencana alam semakin memperburuk situasi kemanusiaan di sana yang sudah rusak akibat krisis sosial dan politik.
Lumpuh
Sementara, sistem kesehatan di Haiti juga terancam lumpuh. Banyak fasilitasi kesehatan terpaksa mengurangi jam operasionalnya karena kekerasan geng bersenjata, dan kurangnya personel hingga obat-obatan.Hanya satu rumah sakit umum yang masih beroperasi di wilayah Port-au-Prince. Rumah sakit ini menerima sekitar 70 pasien terluka, karena tembakan sejak akhir pekan lalu.
Bakar Kantor Polisi
Gangster di Haiti sebelumnya juga membakar markas besar polisi di ibu kota Port Au Prince, Bas Peu de Chose, pada Kamis (7/3).
Salah satu polisi Haiti, Synapoha, membeberkan kondisi para petugas.
"Para petugas kepolisian lolos sebelum serangan itu terjadi," ujar Synapoha, dikutip dari AFP.
Ia juga menyebut kelompok kriminal bersenjata ini menghanguskan kendaraan petugas.
Pemimpin geng kriminal Barbeque, Jimmy Cherizier dan kelompoknya terus menyerang fasilitas umum di Haiti. Layanan kesehatan bahkan nyaris lumpuh gegara tak ada pasokan obat dan staf yang bekerja.
Dia juga mengancam akan melakukan perang saudara jika Henry tak kunjung mundur.
"Jika Ariel Henry tidak mengundurkan diri, dan komunitas internasional terus mendukungnya, kita akan langsung menuju perang saudara yang akan berujung pada genosida," ujar Cheizier, dikutip Anadolu Agency. (iDNTimes/iNews/CNNI/c)