Israel (SIB) -Selain Musta'ribeen, Israel sebenarnya juga punya telik sandi handal. Mossad namanya. Lembaga ini dibentuk oleh Reuven Shiloah, anggota senior korps diplomatik Israel pada tahun 1951. Jika Musta'ribeen khusus dibentuk untuk membendung aksi demonstrasi warga Palestina, Mossad memiliki tugas khusus yakni spinonase dan kegiatan rahasia Israel di Luar Negeri. Namun ada sedikit persamaan dua lembaga ini dalam hal perekrutan agen.
Musta'ribeen dan Mossad sama-sama pernah merekrut orang Arab sebagai agen. Pada 24 November bulan lalu misalnya, aparat keamanan Lebanon menangkap Ziad Ahmad Itani, seorang jurnalis sekaligus seniman ternama karena diduga sebagai mata-mata Israel. Seperti dikutip dari Aljazeera, Itani menjadi agen Mossad untuk memata-matai kalangan wartawan, intelektual dan pemerintahan Lebanon. Dari penampilan sehari-hari, baik cara berpakaian maupun pergaulan sebanarnya tak nampak bahwa Itani memenuhi kualifikasi sebagai agen Mossad.
Namun sejumlah barang bukti yang ditemukan di apartemen Itani di Beirut, seperti obat-obatan terlarang, empat komputer jinjing, dan lima telepon genggam yang menyimpan data rahasia menguatkan dugaan bahwa seniman asal Lebanon itu adalah agen Mossad.
Menurut Al Jazeera, dari sisi penampilan sebenarnya Itani tak masuk kriteria agan Mossad yang selama ini banyak merekrut orang Arab. Dokumen investigasi intelijen yang diperoleh Al Jazeera menyebut bahwa Itani direkrut oleh agen Mossad yang menyamar sebagai wanita cantik asal Swedia. Dalam rekaman video, Itania mengaku ditekan oleh Mossad untuk menjadi agen. Itania sulit menolak lantaran Mossad menggunakan skandal seks Itania untuk bargain.
Wakil Pemimpin Redaksi yang juga pendiri surat kabar Al Akhbar yang berbasis di Beirut, Pierre Abi Saab mengatakan kasus Itani adalah perang intelijen baru yang dilakukan oleh Mossad. Melalui badan telik sandinya Israel ingin bangsa-bangsa Arab mengakui mereka sebagai negara. Keinginnan negeri Yahudi ini jelas mendapat penolakan dari bangsa-bangsa Arab yang selama ini memang menolak pendudukan Israel atas wilayah Tepi Barat, Palestina.
Pada Januari lalu, dalam wawancara dengan Jpost.com mantan Direktur Mossad Shabtai Shavit menyarankan agar siapa pun untuk tidak bergabung dengan badan telik sandi Israel. "Siapa pun yang tidak ingin melakukan kesalahan seharusnya tidak melakukannya (gabung Mossad) sama sekali," kata dia.
"Jika Anda mengambil tindakan (gabung Mossad), Anda juga akan membuat kesalahan," tambah Shavit yang memimpin Mossad sejak 1989 sampai 1996 itu. Shavit sendiri sudah bergabung dengan Mossad sejak 1964.
(detikcom/l)