Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 31 Agustus 2025

Proyek Jembatan APBD Langkat TA 2021 Belum Rampung di Desa Sekoci

Redaksi - Kamis, 13 Januari 2022 10:54 WIB
310 view
Proyek Jembatan APBD Langkat TA 2021 Belum Rampung di Desa Sekoci
Foto SIB:Lesman Simamora
Proyek pembuatan jembatan P.APBD Langkat T.A 2021 menelan biaya Rp 500 juta lebih yang hingga kini belum juga rampung dikerjakan kontraktor di Dusun VII Pantai Pulau Desa Sekoci Kecamatan Besitang, foto direkam, Selasa (11/1).&
Besitang (SIB)
Proyek Pembuatan Jembatan di Dusun VII Pantai Pulau Desa Sekoci Kecamatan Besitang P.APBD Langkat TA 2021, belum rampung dikerjakan pihak vendor CV Berkah Ajun Bersama.

Bangunan jembatan di daerah sentra pertanian yang menelan biaya Rp 500 juta lebih dengan sumber dana APBD Langkat TA 2021 itu, hingga menjelang pertengahan Januari 2022 ini belum juga rampung, sesuai pantauan SIB di lapangan, Selasa (11/1).

Menanggapi jembatan belum rampung, Ramlan seorang tokoh pemuda setempat sangat menyayangkan masih ada proyek APBD Langkat T.A 2021 yang hingga kini belum rampung.

"Kita sayangkan hal itu, karena proyek itu tidak terselesaikan dengan tepat waktu,” ujar tokoh pemuda di Besitang itu kepada SIB, Selasa (11/1/) di lokasi proyek.

Selain waktu penyelesaian proyek molor, juga mutu pekerjaan dinilai tidak sesuai standar pemerintah. Papan mal coran beton Tembok Penahan Tanah (TPT) tidak tersambung sampai ke ujung sehingga adukan cor beton dan kerangka besi beton ada yang menyentuh tanah, hal ini dapat terlihat dengan jelas, terangnya.

Bukan itu saja, kata dia, di beberapa titik jalan pada kerangka besi beton, besi behelnya terlihat agak jarang sehingga diragukan mutunya.

Dia berharap hal seperti ini mestinya menjadi pelajaran penting bagi Pemkab Langkat agar pada tahun anggaran berikutnya tidak lagi terjadi hal serupa.

“Sebagai pemenang lelang, kontraktor bersangkutan harus benar-benar punya kemampuan, baik tenaga kerja skill di lapangan dan modal yang cukup, bukan berdasarkan kedekatan dengan oknum pejabat di Pemkab Langkat, ” ucapnya.

Pemkab Langkat, lanjut dia, harus memiliki target penyelesaian setiap pembangunan. Tentunya perlu mengawal progres secara berkelanjutan, termasuk memperhatikan kendala teknis di lapangan, dengan tujuan apabila ditemukan kendala agar segera bisa dicari solusinya.

“Manajemen waktu sangat penting. Kadangkala proses penayangan pengumuman lelang di Unit Layanan Pengadaan (ULP) ini dilakukan beberapa bulan menjelang akhir tahun. Ini menjadi masalah karena waktunya mepet, lagi musim hujan. Apabila waktu terbatas, tentu akan mempengaruhi kualitas pekerjaan, karena bekerja dalam kondisi tergesa-gesa,” katanya.

Pantauan SIB, sejumlah buruh bangunan masih melakukan pekerjaan di lapangan. Sejauh ini masih saja dalam tahap pengecoran beton.

Kini para pekerja bangunan masih saja membenahi papan mal cor beton, dan masih banyak lagi yang harus dikerjakan, sehingga proyek ini dikuatirkan tidak selesai dibangun hingga akhir Januari 2022 ini.

Plt Kadis PUPR Langkat, Drs Sujarno yang dikonfirmasi SIB, Rabu (12/1) melalui sambungan WhatsApp-nya, membenarkan pembuatan jembatan tersebut belum rampung.

"Itu proyek luncuran, krmarin berhenti karena kondisi banjir, akan segera diperintahkan kepada rekanan untuk melanjutkan pekerjaan," ujarnya. (A11/d)

Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru