Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 31 Agustus 2025

Sungai Aek Silang Baktiraja Meluap, Ratusan Rumah dan Lahan Pertanian Direndam Banjir

Redaksi - Rabu, 15 November 2023 18:25 WIB
506 view
Sungai Aek Silang Baktiraja Meluap, Ratusan Rumah dan Lahan Pertanian Direndam Banjir
Foto: Ist/harianSIB.com
TINJAU : Wakil Bupati Humbahas Dr Oloan Paniaran turun meninjau rumah-rumah warga yang terdampak banjir bandang Sungai Aek Silang,Kecamatan Baktiraja, Selasa
Humbahas (SIB)

Curah hujan yang cukup tinggi, Sungai Aek Silang, Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) meluap dan merendam ratusan rumah warga yang berada di Desa Marbun Tonga Marbun Dolok (Martodo), Marbun Toruan dan Siunong Unong Julu, Selasa (14/11).

Akibat meluapnya sungai itu, tanggul atau pintu air Siboltak langit jebol di sekitar Tombak Sulu-Sulu dan Pulo-pulo yang mengakibatkan banjir di sekitar daerah Bontean dekat Gereja HKBP Marbun dan merendam ratusan rumah warga dan merendam serta merusak puluhan hektar lahan pertanian warga.Camat Baktiraja, Sanggam Lumban Gaol kepada wartawan di ruang kerjanya menjelaskan, peristiwa banjir bandang itu terjadi sekira pukul 02.10 WIB. Setelah mengetahui informasi banjir itu, pihaknya langsung turun ke lokasi dan mengevakuasi warga yang terdampak banjir.

"Luapan air tiba-tiba membesar dari atas (hulu). Kemungkin besar karena curah hujan tinggi di atas. Jadi air meluap dan merendam ratusan rumah warga. Saat ini kita masih mendata rumah-rumah warga yang terdampak banjir, termasuk lahan dan rumah yang rusak akibat dihantam banjir," kata Sanggam.

Sesuai dengan hasil tinjauan lapangan, daerah atau dusun yang terdampak banjir itu terdiri dari Dusun I Komplek GBI, Dusun II Komplek gereja HKBP, Desa Marbun Tonga, Marbun Dolok (Martodo), Dusun III Marbun Toruan, dan Siunong Unong Julu serta puluhan hektar lahan pertanian.

Ketika disinggung apakah ada kaitan banjir dengan pekerjaan bronjong yang saat ini sedang berlangsung di lokasi PLTA Aek Silang II, Sanggam mengaku kalau pekerjaan bronjong itu malah membantu mengurangi volume batu di aliran sungai.

"Seharusnya jumlah batu sudah berkurang karena adanya pekerjaan bronjong. Tapi karena arus air cukup deras, kemungkinan besar batu dari atas terbawa, sehingga terjadi tumpukan batu di aliran sungai dan meluap ke jalan dan rumah-rumah warga," kata Sanggam.

Di tempat yang sama, Kadis Sosial Humbahas Franz Pasaribu menyampaikan, untuk membantu warga yang terdampak banjir, pihaknya telah mendirikan dapur umum di Kantor Camat Baktiraja dan posko bencana alam di beberapa titik.

Sementara itu, Wakil Bupati Humbahas Dr Oloan Paniaran Nababan setelah mendengar informasi banjir itu langsung turun ke lapangan melihat kondisi banjir dan meninjau rumah-rumah warga dan lahan pertanian yang terdampak banjir.(**)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru