Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 30 Agustus 2025

Pendiri Sanggar Tari Simalungun Home Dancer Raih Penghargaan Anugerah Puspa Bangsa 2025

Firdaus Peranginangin - Jumat, 18 April 2025 21:28 WIB
540 view
Pendiri Sanggar Tari Simalungun Home Dancer Raih Penghargaan Anugerah Puspa Bangsa 2025
Foto SIB/Penrad
Foto Bersama: Anggota DPD RI Pdt Penrad Siagian STh MSi foto bersama dengan pendiri Sanggar Tari Simalungun Home Dancer (Sihoda) Laura Tias Avionita Sinaga dan Staf Ahli Anggota DPD dari NTT yang juga putra Simalungun, Jumat (18/4/2025) di Jakarta seusai
Jakarta (harianSIB.com)

Pendiri Sanggar Tari Simalungun Home Dancer (Sihoda), Laura Tias Avionita Sinaga, menemui Anggota DPD RI Pdt Penrad Siagian di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (18/4/2025) seusai sanggarnya menerima penghargaan Anugerah Puspa Bangsa 2025 dari Kompas.

Sihoda dinobatkan sebagai penerima penghargaan kategori Puspa Pesona dari Kompas TV, Rabu, (16/4/2025) atas kiprah dalam pelestarian budaya Simalungun di tingkat nasional hingga internasional.

Baca Juga:

Dalam pertemuan tersebut, Laura turut didampingiStaf Ahli Anggota DPD dari NTT yang juga putra Simalungun seraya memaparkan sejarah berdirinya sanggar yang dirintis sejak 2014 ketika ia masih kuliah.

Baca Juga:

Menurutnya, Sihoda dibentuk dengan niat kuat untuk mengembangkan seni tari tradisional Simalungun agar dapat menjangkau khalayak lebih luas.

"Itu bisa kita kembangkan agar yang menyaksikan dan menyukai juga tidak hanya orang-orang Simalungun, kalau bisa pasarnya ke tingkat nasional bahkan internasional. Itu tujuan utamanya," kata Laura seraya menyebut sanggarnya aktif mengikuti berbagai festival dalam dan luar negeri dengan membawa tarian dan budaya Simalungun.

Kendati telah tampil di panggung internasional, Laura mengaku sanggarnya masih kekurangan dukungan fasilitas dari pemerintah daerah, sehingga dia berharap ada kebijakan konkret dari Pemko Pematangsiantar dan Pemkab Simalungun untuk menyediakan wadah kesenian yang lebih layak bagi sanggar-sanggar budaya.

Laura juga mengusulkan pembentukan lembaga khusus untuk menaungi sanggar-sanggar seni agar tidak saling berebut ruang tampil. Jika perlu dibuat saja seperti lembaga kesenian yang memang khusus untuk menangani sanggar.

Menanggapi hal ini, anggota DPD RI Pdt Penrad Siagian menyatakan apresiasinya terhadap perjuangan Laura dan Sihoda dalam menjaga serta melestarikan budaya Simalungun.


"Saya bangga ada generasi muda seperti Laura, yang terus memikirkan budaya dan adat istiadat secara khusus Simalungun. Laura tidak ingin kultur adat istiadat, budaya secara khusus berhenti begitu saja," kata Penrad seraya menyebut konsistensi Laura dalam menghidupkan Sihoda menjadi alasan utama Kompas memberikan penghargaan tersebut.

Menurutnya, peran Sihoda sangat penting di tengah derasnya arus globalisasi dan dominasi budaya asing yang kian masif di kalangan generasi muda, sehingga perlu didukung semua pihak.

Berkaitan dengan itu, senator Dapil Sumut ini mendesak agar Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sumut serta para kepala daerah memberi dukungan konkret terhadap Sihoda, baik secara materiel maupun imateril, untuk memajukan kebudayaan sehingga karakter budaya Simalungun tetap memiliki nuansa budaya kearifan lokal.(*).

Editor
: Eva Rina Pelawi
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru