Medan (SIB)
Pelaksanaan Konfercab GAMKI Medan diwarnai kericuhan, Jumat (29/2) di Hotel Pardede Jalan Juanda, Medan. Pasalnya, Seketaris DPC Irvan Jaya Simatupang membacakan nama-nama PAC yang akan dilantik sebelum Konfercab berlangsung.
Dari nama-nama PAC yang disebutkan, ada PAC Medan Tuntungan. Padahal, masih ada PAC Medan Tuntungan yang masih aktif dan SKnya belum dicabut, tapi DPC mau melantik pengurus baru. Melihat kejadian itu, Ketua PAC Medan Tuntungan yang masih menjabat, Ferdinand Tumanggor interupsi. Dia mengatakan agar DPC mengerti aturan berorganisasi. Untuk melantik pengurus baru harus dicabut dulu SK pengurus lama.
"Saya bukan tidak mau diganti, tapi sesuai prosedurlah, masa kita harus diajari lagi berorganisasi. Stempel organiasi masih ada sama kami, harus dicabut dulu SK kami dan kami serah terima perlengkapan dengan pengurus baru. Jadi mau sama siapa stempel ini saya serahkan," kata Ferdinand. Pernyataan Ferdinand itu didukung peserta Konfercab lainnya.
Namun Irvan Simatupang tidak menghiraukan interupsi Ferdinand. Ia mengatakan, persoalan Medan Tuntungan dibahas setelah pelantikan PAC-PAC. Lalu dia terus saja membacakan SK pelantikan sejumlah PAC. Sikap Irvan tersebut menuai protes dari peserta, sehingga pelaksanaan Konfercab sempat ricuh.
Ketua DPD GAMKI Sumut Landen Marbun yang hadir pada Konfercab itu meminta Irvan menyelesaikan dulu urusan PAC Medan Tuntungan, baru dilanjutkan pelantikan. Itupun sempat tidak digubris Irvan. Dia tetap melanjutkan pembacaan SK. Setelah menuai banyak interupsi, barulah Irvan mengatakan bahwa pelantikan PAC-PAC tanpa PAC Medan Tuntungan.
Setelah pelantikan sejumlah PAC, sidang diskors 15 menit untuk menyelesaikan persoalan Medan Tuntungan. Akhirnya, PAC Medan Tuntungan dikembalikan kepada Ferdinand Tumanggor. Sampai berita ini dikirim ke redaksi, Konfercab GAMKI Medan masih berlangsung. (M10/c)
Sumber
: Hariansib edisi cetak