Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 30 Agustus 2025

Kasus Subvarian Kraken di Sumut Nihil

Redaksi - Selasa, 31 Januari 2023 22:12 WIB
277 view
Kasus Subvarian Kraken di Sumut Nihil
(SHUTTERSTOCK/Pete Hansen)
Ilustrasi Omicron subvarian XBB 1.5 yang dijuluki sebagai Kraken. Infeksi Kraken Covid ini bisa menyebabkan long covid dan memiliki risiko potensi keparahan pada kelompok rentan dan yang belum divaksinasi booster.
Medan (harianSIB.com)
Subvarian teranyar dari virus corona penyebab Covid-19 varian omicron telah masuk ke Indonesia. Subvarian ini dikenal dengan sebutan Kraken.
Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr Alwi Mujahit Hasibuan MKes mengatakan bahwa untuk varian terbaru ini tidak ada dijumpai di Sumut.
“Varian ini ditemukan hanya satu kasus. Warga Negara Polandia. Masuk dari Samarinda, sempat menginap di Jakarta. Sudah sembuh. Tidak ada dijumpai kasus berikutnya,” ujarnya, Selasa (31/1/2023) malam.
Begitupun, hingga saat ini pihaknya bersama Satuan Petugas (Satgas) Covid-19 Sumut melakukan kunjungan kerja di kabupaten/kota se-Sumut, terbaru ke Kabupaten Batubara.
“Jadi, meski Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) telah dicabut tetapi situasi masih tetap pandemi Covid-19, dan belum usai. Maka masih perlu diupaya pengendalian dengan cara vaksinasi 1 dan 2, serta booster 1 dan 2 dengan target 70%. Pelaksanaan testing dan tracing juga harus sesuai target di kabupaten kita masing-masing,” jelasnya.
Dalam kunjungan ini turut serta Sekretaris Satgas Dr Drs Arsyad Lubis MM, Mayjen Purn Darlan Harahap, dr Restuti Hidayani Saragih SpPD, dr Alwi Mujahit Hasibuan MKes, bersama tim Dinkes Provinsi Sumut Ismail Nasution dan kawan-kawan.
Alwi, Kadiskes Sumut yang baru saja dilantik itu juga menyebutkan bahwa kunjungan pertama mereka ke Kabupaten Batubara mendapat respon yang baik.
“Semoga membawa kebaikan bagi penyelesaian masalah- masalah kesehatan di masyarakat,” ujarnya sembari mengaku stok vaksin di Sumut sangat cukup.
Sementara itu ditambahkannya untuk capaian vaksinasi di Sumut yakni dosis 1, 85,96 persen, dosis 2, 75.85 persen, Booster 1, 43.36 persen, Booster 2, 5,57 persen. (*)

Editor
:
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru