Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 01 September 2025

Rakercabsus PDIP Medan Diwarnai Unjuk Rasa, Ini Tuntutannya

Horas Pasaribu - Sabtu, 26 Oktober 2024 20:35 WIB
123 view
Rakercabsus PDIP Medan Diwarnai Unjuk Rasa, Ini Tuntutannya
Foto: Dok/ Korlap Aksi
ORASI: Parlindungan Sinaga orasi ketika unjuk rasa bersama ratusan kader lainnya menolak kader kutu loncat jadi Ketua DPRD Medan saat berlangsung Rakercabsus DPC PDIP Medan, Jumat (25/10), di Tiara Convention Center.
Medan (harianSIB.com)
Rapat Kerja Cabang Khusus (Rakercabsus) DPC PDI Perjuangan Kota Medan diwarnai aksi unjuk rasa, Jumat (25/10/2024), di Tiara Convention Center, Jalan Cut Meutia Medan.

Ratusan kader militan dan simpatisan yang berunjuk rasa mendesak DPP PDI Perjuangan agar memilih Ketua DPRD Medan dari kader yang loyal dan telah berjuang puluhan tahun membesarkan partai berlambang banteng moncong putih ini.

Awalnya, aksi digelar simpatisan PDI Perjuangan yang prihatin dengan kondisi partai 5 tahun ke depan. Tidak berapa lama, ratusan kader PDI Perjuangan lainnya di lokasi Rakercabsus ikut bergabung melakukan aksi dukungan. Kedua kelompok ini lalu berbaur mendesak PDI Perjuangan untuk menegakkan instruksi partai.

Baca Juga:

Wakil Ketua DPC PDIP Medan Parlindungan Sinaga dalam orasinya meminta DPP PDIP menegakkan surat DPP Nomor 6581 yang memprioritaskan ketua, sekretaris dan bendahara menjadi ketua dewan.

"Kami meminta DPP PDI Perjuangan menegakkan Surat DPP Nomor 6581 yang menginstruksikan untuk memprioritaskan ketua, sekretaris dan bendahara sebagai Ketua Dewan," ujar Parlindungan Sinaga, saat diminta simpatisan untuk menyampaikan aspirasi.

Baca Juga:

Menurut Parlindungan, ada kader yang sudah puluhan tahun berjuang membesarkan partai. Selain berada di struktur partai sebagai sekretaris sampai sekarang dan duduk jadi anggota DPRD Medan sampai 3 periode. Menurut info yang diperoleh para kader yang unjuk rasa, bukan sekretaris partai tersebut yang dipilih tapi kader "kutu loncat" pindahan partai lain ke PDIP disebut-sebut dipilih DPP menjadi Ketua DPRD Medan.

Seperti diketahui, Pemilu Legislatif 2024, PDIP menjadi pemenang meraih 9 kursi dan berhak menjadi Ketua DPRD Medan. Sekretaris DPC PDIP Medan Robi Barus terpilih menjadi anggota DPRD Medan periode 2024-2029 untuk ketiga kalinya. Dia juga sudah dua kali menjadi sekretairs partai.

Pada Pileg 2014, PDIP jadi pemenang, waktu itu Henry Jhon Hutagalung ditetapkan DPP menjadi Ketua DPRD Medan. Kemudian Pileg 2019 PDIP kembali juara, DPP kembali menetapkan Ketua DPC PDIP yakni Huang Kien Lim alias Hasyim menjadi Ketua DPRD Medan. Dia adalah orang Tionghoa pertama menjadi Ketua DPRD Medan.

Untuk periode 2024-2029, kemungkinan DPP PDIP kembali mempercayakan etnis Tionghoa memimpin DPRD Medan yakni Wong Chun Sen, yang sebelumnya adalah kader partai lain.

"Tolonglah Ibu Megawati Soekarnoputri. Perhatikan kader yang telah berjuang puluhan tahun untuk PDI Perjuangan. Berjuang "berdarah-darah" membesarkan partai sejak dari bawah. Pilih Ketua DPRD Medan yang dekat dengan wong cilik dan pengurus partai, bukan kader loncatan," ungkapnya.

Ia mengungkapkan betapa sakitnya seorang kader dan pengurus partai, yang telah berjuang puluhan tahun, merasa ditinggalkan dan tidak disupport.

"Seorang kader yang juga Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Medan, saudara Robi Barus, yang puluhan turut membesarkan partai sejak dari ranting, sudah sepantasnya didukung partai untuk duduk sebagai Ketua DPRD Kota Medan. Jangan hanya karena "hal-hal lainnya", mekanisme partai diabaikan dan meloloskan kader dari luar pengurus menjadi ketua legislatif," tegasnya.

Rakercabsus dipimpin Ketua DPP PDIP Yasonna H Laoly, yang juga Korwil PDIP Sumut. Hadir juga Ketua DPD PDIP Sumut Rapidin Simbolon, Ketua DPC PDIP Medan Hasyim, Sekretaris Robi Barus, bendahara Boydo HK Panjaitan, 9 orang anggota DPRD Medan Fraksi PDIP, anggota DPR RI Raja Bane Manalu, Calon Wali Kota Medan yang diusung PDIP Prof Ridha Dharmajaya dan lainnya.

Sementara itu, Yasonna H Laoly yang dihubungi wartawan lewat WhatsApp belum memberi jawaban meski pesan WhatsApp sudah dibaca. (*)

Editor
: Donna Hutagalung
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru