
Kalapas Jalin Kemitraan dengan SMKN 3 Sibolga
Tapteng(harianSIB.com)Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Sibolga menjalin kemitraan dengan SMK Negeri 3 Sibolga dalam pelaksa
Demonstrasi yang awalnya fokus menyuarakan tuntutan pembubaran DPR RI serta protes terhadap gaji dan tunjangan anggota dewan, berubah menjadi pemandangan ironis ketika pagar besi hitam sepanjang kurang lebih tiga meter roboh tak kuasa menahan desakan massa.
Baca Juga:
Suara gemuruh pagar yang menghantam aspal sempat membuat para demonstran terdiam. Namun, keheningan itu tak berlangsung lama. Sebagian oknum di antara kerumunan massa dengan cepat melihat insiden tersebut sebagai sebuah peluang ekonomi.
Tanpa menunggu lama, mereka mulai beraksi. Dengan peralatan seadanya, mulai dari tangan kosong hingga menggunakan batu sebagai palu, oknum-oknum tersebut berusaha melepaskan potongan-potongan besi dari kerangka pagar yang telah roboh. Aksi yang kerap dijuluki sebagai ulah 'Rayap Besi' ini sontak menjadi tontonan di tengah aksi unjuk rasa.
Baca Juga:
Pemandangan kontras pun tersaji. Sementara seorang orator di atas mobil komando masih lantang berteriak tentang kebobrokan sistem dan nasib rakyat, hanya beberapa meter darinya, sejumlah orang justru sibuk mempreteli aset negara yang tergeletak di jalan.
"Mereka langsung mematahkan besinya, ada yang pakai batu. Sepertinya untuk dijual lagi," ujar seorang saksi mata di lokasi kejadian.
Insiden ini segera menjadi perbincangan hangat di dunia maya setelah videonya tersebar luas. Warganet pun memberikan beragam komentar sarkastik yang mengaitkan aksi penjarahan tersebut dengan kritik sosial yang lebih luas.
"Ini baru besi, belum kalau dikasih kursi jabatan, duit rakyat juga diambil," tulis salah satu komentar netizen yang banyak mendapat tanggapan.
Pihak kepolisian, yang berjaga di lokasi, menduga aksi ini dilakukan oleh "massa cair" atau penyusup yang memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi. Insiden ini menambah catatan dalam rangkaian aksi demonstrasi yang telah berlangsung tegang, di mana sehari sebelumnya juga sempat terjadi kericuhan.
Jebolnya pagar DPRD Sumut tak hanya menjadi simbol runtuhnya batas fisik antara massa dan wakil rakyat, tetapi juga menyingkap fenomena sosial yang kompleks: potret perjuangan ekonomi segelintir orang yang mencari 'cuan' di tengah panasnya isu politik nasional.(**)
Tapteng(harianSIB.com)Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Sibolga menjalin kemitraan dengan SMK Negeri 3 Sibolga dalam pelaksa
Medan(harianSIB.com)Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa di depan Gedung DPRD Sumatera Utara (Sumut) di Jalan Imam Bonjol, Medan, pada Rabu (27
Makassar(harianSIB.com)Gedung DPRD Makassar, Sulawesi Selatan dibakar massa aksi. Legislator hingga Wali Kota Makassar Munafri Appi Arifud
Medan(harianSIB.com)Aksi demonstrasi di DPRD Medan dan DPRD Sumut, Jumat (29/8/ 2025), memanas. Aparat menembakkan gas air mata bertubitub
Simalungun(harianSIB.com)Polsek Tanah Jawa gelar jumat berkah di Nagori Moho, Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, Kabupaten Simalungun, Jumat (