Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 30 Agustus 2025

'Rayap Besi' Beraksi Saat Demo, Pagar DPRD Sumut yang Jebol Dijarah Oknum Massa

Redaksi - Jumat, 29 Agustus 2025 23:57 WIB
76 view
'Rayap Besi' Beraksi Saat Demo, Pagar DPRD Sumut yang Jebol Dijarah Oknum Massa
Ist/SNN
Aksi mempreteli besi pagar DPRD Sumut
Medan(harianSIB.com)

Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa di depan Gedung DPRD Sumatera Utara (Sumut) di Jalan Imam Bonjol, Medan, pada Rabu (27/8/2025), diwarnai insiden tak terduga yang viral di media sosial. Sebuah pagar besi yang jebol di tengah panasnya demonstrasi langsung menjadi sasaran penjarahan oleh sejumlah oknum massa.

Demonstrasi yang awalnya fokus menyuarakan tuntutan pembubaran DPR RI serta protes terhadap gaji dan tunjangan anggota dewan, berubah menjadi pemandangan ironis ketika pagar besi hitam sepanjang kurang lebih tiga meter roboh tak kuasa menahan desakan massa.

Baca Juga:

Suara gemuruh pagar yang menghantam aspal sempat membuat para demonstran terdiam. Namun, keheningan itu tak berlangsung lama. Sebagian oknum di antara kerumunan massa dengan cepat melihat insiden tersebut sebagai sebuah peluang ekonomi.

Tanpa menunggu lama, mereka mulai beraksi. Dengan peralatan seadanya, mulai dari tangan kosong hingga menggunakan batu sebagai palu, oknum-oknum tersebut berusaha melepaskan potongan-potongan besi dari kerangka pagar yang telah roboh. Aksi yang kerap dijuluki sebagai ulah 'Rayap Besi' ini sontak menjadi tontonan di tengah aksi unjuk rasa.

Baca Juga:

Pemandangan kontras pun tersaji. Sementara seorang orator di atas mobil komando masih lantang berteriak tentang kebobrokan sistem dan nasib rakyat, hanya beberapa meter darinya, sejumlah orang justru sibuk mempreteli aset negara yang tergeletak di jalan.

"Mereka langsung mematahkan besinya, ada yang pakai batu. Sepertinya untuk dijual lagi," ujar seorang saksi mata di lokasi kejadian.
Insiden ini segera menjadi perbincangan hangat di dunia maya setelah videonya tersebar luas. Warganet pun memberikan beragam komentar sarkastik yang mengaitkan aksi penjarahan tersebut dengan kritik sosial yang lebih luas.

"Ini baru besi, belum kalau dikasih kursi jabatan, duit rakyat juga diambil," tulis salah satu komentar netizen yang banyak mendapat tanggapan.
Pihak kepolisian, yang berjaga di lokasi, menduga aksi ini dilakukan oleh "massa cair" atau penyusup yang memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi. Insiden ini menambah catatan dalam rangkaian aksi demonstrasi yang telah berlangsung tegang, di mana sehari sebelumnya juga sempat terjadi kericuhan.

Jebolnya pagar DPRD Sumut tak hanya menjadi simbol runtuhnya batas fisik antara massa dan wakil rakyat, tetapi juga menyingkap fenomena sosial yang kompleks: potret perjuangan ekonomi segelintir orang yang mencari 'cuan' di tengah panasnya isu politik nasional.(**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru