Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 31 Agustus 2025

Juara Debat Asia Pasifik Tantang Ahmad Sahroni Usai Sebut Rakyat "Tolol", Berujung Mutasi dari Pimpinan Komisi III DPR

Redaksi - Sabtu, 30 Agustus 2025 16:03 WIB
327 view
Juara Debat Asia Pasifik Tantang Ahmad Sahroni Usai Sebut Rakyat "Tolol", Berujung Mutasi dari Pimpinan Komisi III DPR
Ist/SNN
Salsa Erwina Hutagalung, kepada politisi senior Partai NasDem, Ahmad Sahroni.
Jakarta(harianSIB.com)

Jagat politik Indonesia diguncang oleh tantangan debat terbuka dari seorang diaspora berprestasi, Salsa Erwina Hutagalung, kepada politisi senior Partai NasDem, Ahmad Sahroni. Konfrontasi intelektual ini dipicu oleh pernyataan Sahroni yang menyebut masyarakat yang menghendaki pembubaran DPR sebagai "manusia tertolol sedunia". Akibat kontroversi ini, Sahroni harus rela kehilangan jabatannya sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI.

Bermula dari Kata "Tolol"

Kontroversi ini meledak setelah kunjungan kerja Ahmad Sahroni ke Polda Sumut pada Jumat (22/8/2025). Menanggapi wacana pembubaran DPR yang ramai di publik, Sahroni melontarkan pernyataan keras.

Baca Juga:

"Mental manusia yang begitu adalah mental manusia tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma mental bilang bubarin DPR, itu adalah orang tolol sedunia," ujar Sahroni saat itu.

Pernyataan ini sontak menyulut kemarahan publik, salah satunya datang dari Salsa Erwina Hutagalung, seorang Strategy Manager di Denmark yang juga merupakan juara debat tingkat Asia Pasifik. Melalui akun Instagramnya, @salsaer, pada Selasa, 26 Agustus 2025, Salsa melayangkan tantangan debat terbuka.

Baca Juga:

"Aku benar-benar murka banget, ya, lihat kearoganan dari karyawan kita di DPR, Ahmad Sahroni dari Partai NasDem. Yang ngatain rakyat tolol, sini aku tantang debat kamu @ahmadsahroni88," tulis Salsa.

Salsa bahkan menawarkan format debat profesional dengan juri internasional, mempertaruhkan dukungannya pada tunjangan DPR jika ia kalah, dan sebaliknya menuntut Sahroni menggagalkan tunjangan tersebut jika menang.

Siapa Salsa Erwina Hutagalung?

Tantangan ini bukan datang dari sosok sembarangan. Salsa Erwina Hutagalung adalah lulusan terbaik Ilmu Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan IPK 3.81. Prestasinya mentereng, antara lain The Most Outstanding Student in UGM 2014 dan Juara 3 Best Speaker dalam United Asian Debating Championship di Nanyang Technology University, Singapura.

Kini, ia berkarir sebagai Strategy Manager di Vestas, sebuah perusahaan energi angin di Denmark. Dengan latar belakang intelektual dan profesional yang kuat, tantangan Salsa memiliki bobot yang signifikan.

Respons Sahroni dan Eskalasi Konflik

Alih-alih menyambut tantangan intelektual tersebut, Ahmad Sahroni memberikan respons santai melalui Instagram Story yang dianggap publik sebagai upaya menghindar.

"Ane nggak akan ladenin orang yang ajak debat ane, ane mau bertapa dulu biar pinter karena ane masih bloon," tulis Sahroni.

Situasi memanas ketika Salsa melaporkan bahwa tim Ahmad Sahroni telah mendatangi kediaman keluarganya di Tangerang Selatan. Salsa memberikan peringatan keras terhadap segala bentuk intimidasi. "Ahmad Sahroni, sampai kamu berani intimidasi keluarga aku... akan aku cari support internasional. Aku gulingkan kalian," tegasnya.


Bongkar Anggaran DPR dan Tuntutan Transparansi

Perlawanan Salsa tidak berhenti pada tantangan debat. Melalui akun TikTok-nya pada Jumat, 29 Agustus 2025, ia mengkritik tajam transparansi anggaran DPR yang mencapai hampir Rp10 triliun untuk 580 anggota. Ia menyoroti berbagai tunjangan fantastis yang dinikmati para wakil rakyat, seperti:
-Tunjangan komunikasi: Rp15 juta
-Tunjangan rumah: Rp50 juta
-Tunjangan pensiun seumur hidup

"Masyarakat diperas dengan luar biasa kejamnya, sementara mereka mandi kemewahan di sana," kritik Salsa, membandingkan fasilitas mewah anggota dewan dengan kondisi rakyat biasa.

Sahroni Dimutasi, Tuntutan Belum Berhenti

Gelombang kritik publik yang masif akhirnya berbuah sanksi. Pada Jumat, 29 Agustus 2025, Ahmad Sahroni secara resmi dimutasi dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI menjadi anggota biasa di Komisi I.

Namun, bagi Salsa, sanksi ini tidaklah cukup. "Dipindah enggak cukup harus dipecat! Menindak setengah-setengah kenapa ia masih bisa dipanggil wakil rakyat dengan kelakuan wakil partai?" tulisnya.

Salsa kini mendesak tuntutan yang lebih besar: pemecatan anggota dewan yang menyakiti hati rakyat dalam waktu 7 hari, transparansi penuh anggaran DPR, pembatalan kenaikan pajak, dan pengesahan segera RUU Perampasan Aset.

Kisah perlawanan Salsa Erwina ini menjadi simbol keberanian suara rakyat dalam menuntut akuntabilitas dan melawan arogansi kekuasaan, membuktikan bahwa intelektualitas dan keberanian dapat menjadi pengawal demokrasi yang efektif, bahkan dari jarak ribuan kilometer.(**)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru