Besitang (SIB)
Gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 054001 Sekoci di Kecamatan Besitang Langkat memprihatinkan.
Lima dari enam ruang kelas bejar (RKB) di sekolah itu jorok. Lantai keramik, meja dan bangku belajar berdebu tebal, banyak asbes yang berjatuhan, sesuai pantauan langsung SIB, Selasa (9/3).
Parahnya lagi, mobiler dan bangku belajar sudah banyak yang tidak layak lagi digunakan. Mungkin RKB tersebut sudah tak pernah lagi dirawat dan dibersihkan sejak sekolah ditutup tahun 2020 lalu akibat pandemi Covid-19.
Pantauan SIB didampingi salah seorang guru di sekolah itu, R Lubis, banyak meja dan bangku berserakan di dalam RKB, termasuk seekor ayam mengeram di atas lemari dan bangkai kodok di atas bangku belajar.
Kini kondisi lima RKB jorok, seperti sekolah yang tak berpenghuni. Padahal menurut guru di sekolah itu, setiap hari kerja, beberapa orang guru tetap masuk sekolah, tapi RKB siswa cukup memprihatinkan.
"RKB jorok dan mobiler banyak yang sudah lapuk, itu menggambarkan kurangnya perhatian pihak sekolah dalam melakukan perawatan terhadap perawatan fasilitas tempat peserta didik menimba ilmu," ujar pemerhati pendidikan di Besitang, Wanda kepada SIB menanggapi kondisi sekolah tersebut.
Meski sekolah tutup alias siswa belajar di rumah akibat pandemi Covid-19, namun dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tetap saja cair sehingga tidak ada alasan bagi kepsek dan guru di sekolah itu tidak melakukan perawatan karena tidak ada dana, sambungnya.
Setiap triwulan, dana BOS cair dan sebagian bisa digunakan untuk perbaikan mobiler, termasuk rehab ringan seperti mengganti asbes yang berjatuhan, ucapnya.
"RKB jorok, meja belajar dan bangku belajar banyak rusak, itu patut dicurigai bahwa penggunan dana BOS di sekolah itu ada yang tidak tepat sasaran," terang Wanda, seraya meminta aparat hukum turun melakukan penyelidikan ke sekolah itu.
Terpisah, Kepala Sekolah SDN 054001 Sekoci, Nurmala Dewi yang dikonfirmasi SIB, mengatakan RKB di sekolahnya jorok berdebu merupakan dampak banjir yang menggenangi sekolahnya beberapa bulan lalu.
Disinggung kenapa meja dan bangku belajar siswa, banyak yang rusak, sementara sebagian dari dana BOS itu bisa dipakai untuk memperbaiki mobiler yang rusak, kata dia, pihaknya sudah berusaha melakukan perawatan, bahkan sejumlah meja dan bangku belajar sudah baru.
"Penggunaan dana BOS di sekolah ini, sudah sesuai dengan petunjuk teknis (Juknis)," ucapnya meski tidak membantah sejumlah mobiler di sekolahnya butuh perbaikan. (A11)
Sumber
: Hariansib edisi cetak