Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 01 September 2025

Guru SMP Negeri dan Swasta di Taput Hanya Diberikan Izin Cuti

Anwar Lubis - Sabtu, 30 Agustus 2025 14:04 WIB
335 view
Guru SMP Negeri dan Swasta di Taput Hanya Diberikan Izin Cuti
Foto Dok/Kominfo
Suasana para Kepala Sekolah dalam MKKS tingkat SMP se Kabupaten Taput di SMP Negeri 2 Tarutung, Jumat (29/08/2025).
Taput(harianSIB.com)

Wakil Bupati (Wabup) Tapanuli Utara, Dr Deni Lumbantoruan M.Eng menegaskan, agar seluruh guru SMP baik di sekolah negeri dan swasta di Kabupaten Tapanuli Utara hanya diberikan izin mekanisme cuti.

Para guru tidak lagi diperbolehkan izin tidak masuk sekolah demi meningkatkan disiplin guru dalam kehadiran mengajar.

Baca Juga:

"Mulai Juli 2025, Pemkab Taput telah menetapkan peraturan ini. Jadi kehadiran guru adalah dasar pelayanan kepada siswa," kata Wabup Deni di sela kegiatan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) tingkat SMP se Kabupaten Taput di SMP Negeri 2 Tarutung, Jumat (29/08/2025).

"Oleh sebab itu, guru harus disiplin, sebab disiplin adalah kunci utama dalam mencetak generasi unggul," sambungnya, sebagaimana dalam keterangan resmi Pemkab Taput, Sabtu, (30/08/2025).

Baca Juga:

Kegiatan yang digagas oleh MKKS SMP ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan kualitas pendidikan.

Dikatakannya, ada program inovatif di bidang pendidikan yang sudah di launching yakni, program Siswa/i Taput peduli kebersihan lingkungan dan sekolah (Saitapaias).

Hal itu katanya, bukan hanya program bupati dan wabup melainkan program bersama yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab oleh seluruh kepala sekolah dan guru.

"Program ini juga jangan dianggap beban, tetapi menjadi gerakan bersama demi membentuk karakter peduli lingkungan bagi Siswa/i," ucapnya.

Kemudian, program inovasi pendidikan Taput Maretong, Manjaha dan Martorsa (Tapamaju), istilah yang digunakan dalam konteks masyarakat yang berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembangunan.

"Khusus untuk Maretong (berhitung) sebelum belajar, ada baiknya para guru melakukan kegiatan bernyanyi bersama selama 15–20 menit untuk merespon otak siswa agar lebih fokus dan terlatih berpikir, sehingga nantinya terbiasa dan mahir," ujarnya.

Ia juga mendorong agar para pendidik untuk memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam proses pembelajaran sebagai bagian dari inovasi pendidikan di era digital (**)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru