Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 31 Agustus 2025

Menhan & Panglima TNI Usul Tambahan Anggaran Rp184 T di Rapat Tertutup DPR

Redaksi - Kamis, 10 Juli 2025 16:29 WIB
346 view
Menhan & Panglima TNI Usul Tambahan Anggaran Rp184 T di Rapat Tertutup DPR
Foto: Publicanews/Joko Waluyo
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto rapat di Komisi I DPR, Jakarta, Rabu (9/7).
Jakarta(harianSIB.com)

Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menggelar rapat tertutup dengan Komisi I DPR RI guna membahas rencana kerja dan anggaran tahun 2026.

Usai rapat, Sjafrie menyampaikan bahwa pagu indikatif untuk sektor keamanan dinilai belum mencukupi. Oleh karena itu, Kementerian Pertahanan mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp184 triliun.

Baca Juga:

"Jadi tadi sudah saya laporkan kebutuhan kita berapa dan ini oleh Komisi I akan dibahas di Banggar, tapi kita juga akan mengajukan ke Menteri Keuangan dan Bapenas. Rp 184 Triliun (pengajuan tambahan anggaran)," kata Sjafrie di gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (9/7/2025), dikutip dari detiknews .

Sjafrie menjelaskan, tambahan anggaran itu untuk kebutuhan prioritas pertahanan yang sangat penting, yaitu soal pembangunan kekuatan hingga kesejahteraan personel. Usulan tambahan anggaran itu diperuntukkan buat pembinaan kekuatan di TNI.

Baca Juga:

"Yang tentunya akan digunakan oleh TNI serta juga akan digunakan oleh masing-masing markas besar angkatan untuk pembinaan kekuatan di lingkungan TNI," sebutnya.

Sjafrie melanjutkan pagu indikatif yang sudah ditetapkan untuk urusan keamanan dirasa belum cukup. Dia menegaskan menjaga kedaulatan negara tidak murah.

"Ini tidak bisa kita bandingkan dengan membeli sesuatu peralatan militer, ini sangat mahal untuk menjamin kedaulatan negara," sebutnya.

Sjafrie menjelaskan kebutuhan anggaran untuk alutsista besar, tapi yang dialokasikan kecil. Dari anggaran yang ada, 50 persen telah digunakan untuk belanja pegawai.

"Ya, memang kita membutuhkan alutsista itu cukup besar, tapi anggaran yang dialokasikan cukup kecil. Justru kita tahu belanja pegawai itu sekarang sudah 50 persen," katanya.(*)

Editor
: Robert Banjarnahor
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru