Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Senin, 01 September 2025

Unjuk Rasa Memanas, Rumah Sri Mulyani Digeruduk dan Dijarah Massa

Redaksi - Minggu, 31 Agustus 2025 08:01 WIB
248 view
Unjuk Rasa Memanas, Rumah Sri Mulyani Digeruduk dan Dijarah Massa
DOK. ISTIMEWA
Video rumah Sri Mulyani diserang massa dan dijarah viral di media sosial.
Jakarta (harianSIB.com)

Aksi unjuk rasa warga Jakarta masih berlanjut hingga Minggu (31/8) dini hari dan memicu kericuhan di sejumlah titik.

Gelombang protes dipicu kekecewaan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Massa yang awalnya berkumpul di depan Gedung DPR RI semakin memanas setelah tak satu pun anggota dewan menemui mereka.

Baca Juga:

Situasi kian tak terkendali, kericuhan berubah menjadi aksi penjarahan di beberapa lokasi. Bahkan, kediaman sejumlah pejabat dan anggota DPR turut menjadi sasaran amuk massa.

Awalnya, rumah Ahmad Sahroni didatangi massa, disusul kediaman Eko Patrio dan Uya Kuya. Tak berhenti di sana, giliran rumah Menteri Keuangan Sri Mulyani yang digeruduk.

Baca Juga:

Dilansir dari Insertlive, dalam unggahan akun TikTok @infojakarta.co.id, terlihat massa merusak sekaligus menjarah barang-barang dari dalam rumah Sri Mulyani.

Kejadian penggerudukan serta penjarahan itu terjadi pada Minggu (31/8) sekitar pukul 1.41 WIB dini hari. Segerombolan massa berbondong-bondong menjarah semua barang mewah di dalam kediaman Sri Mulyani.

"Kondisi rumah Sri Mulyani yang dijarah 31 Agustus jam 1.41 pagi," keterangan pada video yang diunggah akun TikTok @infojakarta.co.id.

Namun, belum diketahui dimana Sri Mulyani berada saat kediamannya digeruduk massa.

Seperti diketahui, sebelum demo besar-besaran pada 25 Agustus 2025 kemarin, masyarakat dibuat geram dengan kabar kenaikan gaji serta tunjangan anggota DPR RI. Isu tersebut pun memicu gejolak dari masyarakat hingga melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI.

Namun, hingga malam ini, aksi demonstrasi masih terus bergulir, bahkan semakin memanas. Para pengunjuk rasa bahkan mulai menggeruduk rumah para anggota DPR, dimulai dari kediaman Ahmad Sahroni, Eko Patrio, hingga Uya Kuya.

Aksi unjuk rasa menuntut DPR agar membatalkan kenaikan gaji dan tunjangan pada 28 Agustus 2025 berujung ricuh, usai salah satu pengemudi ojek online (ojol) meninggal dunia akibat dilindas mobil rantis Brimob.

Sejak malam itu, para pengunjuk rasa langsung menggeruduk Markas Brimob di Kwitang, Jakarta Pusat untuk menuntut keadilan. Namun, aksi unjuk rasa justru kian memanas hingga saat ini.(*)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru