Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Sabtu, 31 Januari 2026
Workshop SYIS - Vicar (Calon Pendeta) GKPI di P Siantar

Tugas Pendeta Menyangkut Hidup Kekal dan Harus Jadi Teladan

- Minggu, 17 Juli 2016 15:18 WIB
780 view
Tugas Pendeta Menyangkut Hidup Kekal dan Harus Jadi Teladan
SIB/Dok
Para Vicar (Calon Pendeta GKPI) bersama para fasilitator workshop SYIS di PA Mamre P Siantar akhir Juni 2016 lalu.
Pematangsiantar (SIB)- Terkait pembinaan vicar (calon pendeta), GKPI menyelenggarakan workshop (pelatihan) SYIS (Sharpening Your Interpersonal Skill) selama tiga hari, (27-29 Juni 2016) di PA Mamre Pematangsiantar. Pesertanya 17 orang yang sudah menjalani masa praktek lebih dari 2 tahun sebelum mereka ditahbiskan untuk mengemban tugas pelayan sebagai pendeta di GKPI. Melalui rangkaian pembinaan, diharapkan setiap pendeta yang ditahbis akan siap melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik menggembalakan jemaat.

Bishop GKPI Pdt. Oloan Pasaribu MTh dalam arahannya saat pembukaan pelatihan ini menegaskan bahwa tugas pendeta bukan sekedar tugas biasa seperti profesi lain tetapi menyangkut hidup kekal, sehingga jangan sampai salah memberikan pengajaran kepada jemaat. Harus benar menyampaikan kebenaran Firman Tuhan dan harus menjadi teladan. Bishop juga mengingatkan bahwa pendeta harus berhikmat dan mampu menghadapi persoalan-persoalan yang terkait dengan hubungan dan interaksi dengan orang lain.

Pelaksanaan workshop SYIS ini atas koordinasi Kadep Pastorat Pdt. Abdul Hutauruk MTh, GKPI bekerjasama dengan International Training Partner (ITP) Perwakilan Indonesia bersama koordinator SYIS Sumut yang dilayani fasilitator : Murwidi Udi Narnowo (Perwakilan International Training Partners, Indonesia), Sum Hadyanto (Yogyakarta) dan  John Heart Panggabean, Jabes Silaban, Pdt. WGPL Tobing, Toyo Manurung dan Afnita L Tobing.

Workshop SYIS - latihan mempertajam keterampilan hubungan antar pribadi dalam dorongan kasih -- yang menerapkan metode pembelajaran orang dewasa (androgogi), tidak dipenuhi ceramah seperti halnya seminar akan tetapi fasilitator berperan memfasilitasi para pesertanya untuk mengalami suatu perubahan melalui apa yang sudah mereka ketahui (induktif), ditambah input (masukan baru) dan melalui latihan langsung (implementasi) serta komitmen (integrasi) peserta untuk terus melatih keterampilan dimaksud secara berkelanjutan. Dalam proses pelatihan, melalui modul demi modul, peserta diajak untuk menyadari kekurangan dalam hubungan antar pribadi dan didorong untuk menghentikan kekurangan itu untuk kemudian melakukan hubungan antar pribadi dengan lebih baik dan lebih sering. Modul-modul dalam workshop ini memang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan para pelayan Kristen dalam berhubungan dengan keluarga, rekan kerja, jemaat, teman dan semua orang yang dilayani yang berasal dari berbagai latar belakang sosial dan budaya. Seperti salah satu modul misalnya "Mengelola Konflik"  adalah menggali prinsip-prinsip Alkitab dalam penyelesaian konflik dan mempelajari strategi langkah demi langkah untuk mengelola konflik pribadi dan menolong orang lain yang sedang menghadapi konflik.

Seluruh modul yang disampaikan selama workshop ini diikuti sepenuhnya oleh seluruh peserta yang nampak cukup antusias dari awal sampai selesai."Saya bersyukur dan saya mengakui bahwa pelatihan SYIS ini sangat bermanfaat," kata peserta, Ronald Hutabarat dan Zulkarnain Siagian menyatakan harapannya agar pembekalan SYIS dilakukan berkesinambungan. Sejalan dengan metode workshop ini, untuk setiap modul, setiap peserta membuat catatan dan komitment penerapannya masing-masing paska workshop. Pdt. Ro Sininta Hutabarat MTh, Sekjen GKPI dalam penutupan lokakarya ini menyatakan harapannya, para vicar mengimplementasikan hasil workshop ini. (R4/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru