Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 16 April 2026
RENUNGAN

Berpautlah Pada Tuhan!

* St Prof Albiner Siagian
- Minggu, 11 September 2016 14:50 WIB
277 view
Berpautlah Pada Tuhan!
Pelaksanaan Sinode Godang ke-63 HKBP tahun 2016 sudah di depan mata. Meskipun agenda yang akan dibicarakan dalam sinode itu banyak, antara lain bagaimana pelayanan HKBP ke depan, tetapi yang paling menyita perhatian adalah agenda pemilihan pemimpin di HKBP, antara lain Ephorus, Sekretaris Jenderal, Ketua Departemen, dan Praeses.

Indikasi akan hal itu amatlah terasa dan kasat mata. Para bakal calon ephorus jauh-jauh hari sudah bermunculan. Berbagai cara untuk memproklamirkan diri dan menarik simpati para pemilih sudah dilakukan. 'Tim Sukses' pun terus bekerja tak kenal lelah. Caranya beragam, ada yang mengadakan pertemuan dengan para pendukung dan ada yang mengunjungi gereja-gereja! Ada juga acara yang dikemas dengan acara bedah buku.Ujung-ujungnya adalah menarik dukungan sebanyak-banyaknya.

Ada juga acara doa pemberangkatan bakal calon, yang terkadang disertai dengan acara mangulosi. Hal senada juga berlaku untuk bakal calon pemimpin lainnya. Era media sosial pun, seperti Facebook, Whatsapp, Twitter, Instagram, YouTube, dan Line, memiliki andil bagi makin 'memanasnya' suasana sinode akbar itu. Cara ini mengingatkan kita pada kampanye pemilihan kepala daerah.

Tema Sinode Godang HKBP 2016 adalah "Marsihohot ma hamu tongtong mangoloi Jahowa" (Josua 23:8), dengan Subtema: "HKBP bersungguh-sungguh mewujudkan diri menjadi berkat bagi dunia melalui tugas dan panggilan koinonia, marturia, dan diakonia".

Tema itu berkaitan dengan relasi vertikal, sementara subtema berurusan dengan relasi horizontal, yang selaras dengan tiga mandat gereja yang diberikan Tuhan, yaitu mandat budaya (cultural mandate), mandat kemanusiaan (humanity mandate), dan mandat misi (mission mandate).

Mandat budaya diberikan Tuhan kepada manusia untuk menguasai dan mengelola bumi beserta isinya dengan baik. Untuk dapat mengelola langit dan bumi beserta segala isinya dengan baik, manusia perlu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dengan baik dan untuk diterapkan dengan baik pula. Muaranya adalah kebaikan bagi alam dan segala isinya. Salah satu wujudnya adalah manusia yang sejahtera dan bahagia (flourished human).

Alkitab menyatakan bahwa Tuhan akan menyingkapkan kepada manusia kesejahteraan yang berlimpah. Tuhan menghendaki manusia menjadi perpanjangan tangan Tuhan untuk menghadirkan kesejahteraan bagi umat manusia. Ini jugalah wujud nyata mandat kedua. Untuk menghadirkan kesejahteraan dan kebahagiaan kepada sesama manusia tentu saja haruslah menurut versi gereja, yaitu yang mengandalkan Tuhan dan yang berpegang teguh padaNya
Pada bagian lain Alkitab, Tuhan memberi mandat kepada umat Kristen untuk menyebarkan berita kesukaan dan kebahagiaan bagi seluruh umat manusia. Tuhan tidak menginginkan manusia menikmati sendiri berita kesukaan dan keselamatan yang diterimanya. Tuhan menghendaki manusia mengabarkan dan membagikannya ke segenap penjuru bumi.

Saya sangat setuju dengan tema dan subtema ini karena itu mengingatkan kita kembali akan krisis yang sedang dialami oleh gereja pada umumnya, dan HKBP pada khususnya, saat ini. Tema dan subtema ini juga amat sejalan dengan tiga mandat gereja yang saya sebutkan di atas. Marsihohot mangoloi Jahowa adalah ungkapan kesungguhan dan karenanya akan mewujud pada komitmen teguh mengikut Tuhan, bukan penguasa dunia ini.

Para pemerhati gereja mensinyalir ada 3 (tiga) macam keadaan krisis yang dialami gereja saat ini, yaitu krisis integritas, krisis kredibilitas dan krisis kemanusiaan. Secara sederhana, integritas dimaknai sebagai selarasnya kata dengan perbuatan. Integritas selalu bermakna positif. Oleh karena itu, yang selaras adalah kata, ucapan, komitmen, janji yang baik dengan perbuatan berkenan dengan kata, ucapan, komitmen dan janji baik tersebut.

Sementara itu, kredibilitas berarti keterandalan. Dengan kata lain, orang yang kredibel adalah orang yang patut atau dapat dipercaya karena keandalannya atau kompetensinya. Contohnya, supir yang kredibel adalah yang penumpangnya dapat tidur nyenak tanpa khawatir mengalami kecelakaan ketika dia mengendarai mobil pembawa penumpang tersebut. Sebaliknyalah untuk supir yang tidak kredibel.

Di pihak lain, kemanusiaan ditujukan ke segala hal yang terkait dengan hubungan antarmanusia. Kemanusiaan yang dituduh sedang mengalami krisis itu adalah perilaku positif untuk pemuliaan harkat dan martabat manusia.

Penyebab ketiga krisis ini, tentu saja, adalah karena gereja tidak lagi memainkan perannya sebagai garam dan terang bagi dunia. Justru, gereja diperalat untuk memenuhi hasrat duniawi. Seharusnya, gereja tampil sebagai benteng bagi integritas, kredibilitas, dan kemanusiaan. Inilah yang disebut sebagai gereja menjadi berkat bagi dunia.

Menjadi berkat bagi dunia tentu saja akan terwujud apabila gereja, dalam menjalankan tiga panggilan sucinya, selalu mengandalkan Tuhan dan mengijinkan Tuhan untuk campur tangan atasnya. Itulah yang membedakan gereja dari penguasa dunia ini.

Untuk kita ketahui, penguasa, pemimpin, atau siapapun di dunia ini dapat menjadi "berkat' bagi dunia meskipun mereka tidak bertuhan atau beragama. Tentu saja mereka akan mengandalkan dunia ini, seperti kekuasaannya, kepintarannya, pengaruhnya, dan uangnya. Inilah yang kita kenal dengan cara sekuler. Gereja, di lain pihak, tidak boleh latah ikut-ikutan cara itu.

Oleh karena itu, sebelum terlambat, sebelum krisis integritas, kredibilitas, dan kemanusiaan makin melanda, hentikanlah cara-cara sekuler dalam pelayanan dan pelaksanaan tiga tugas suci gereja, termasuk dalam pemilihan pemimpin gereja! Marsihohot ma so mubauba!

Semoga Roh Kudus memberi kita hikmah dan kekuatan! (Penulis: Anggota Jemaat HKBP Perumnas Simalingkar Medan/h)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru