Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 16 April 2026

Pimpinan Persulukan Serambi Babussalam

- Jumat, 16 September 2016 16:34 WIB
841 view
Pimpinan Persulukan Serambi Babussalam
Tuan Guru Syekh Dr Ahmad Sabban Al Rahmaniy Rajagukguk MA berdampingan dengan Ibu Hj Netty Sembiring Ibunda Bupati Simalungun yang berkurban 5 ekor sapi dan Rektor UIN SU Prof Dr Saidurrahman Harahap MA.
Simalungun (SIB)- Tuan Guru Syekh Dr Ahmad Sabban Al Rahmaniy Rajagukguk MA, Pimpinan Persulukan Serambi Babussalam Simalungun memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati Simalungun Dr JR Saragih SH MM yang telah memberikan bantuan kurban atas nama Ibunya Hj Netty Sembiring sebanyak 5 ekor sapi ke pondok persulukan tersebut.

 Apresiasi yang sama juga disampaikan kepada Rektor UIN SU, Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu, pengusaha H Anif dan Bapak Ir Amran Sinaga serta sejumlah dermawan yang juga turut memberikan bantuan kurban masing-masing seekor sapi atau kambing ke pondok persulukan. Menurut Tuan Guru, total kurban di pondok persulukan berjumlah 18 ekor terdiri dari sapi dan kambing.

Tuan guru menegaskan, pemberian bantuan kurban ini merupakan bentuk kongkritisasi kepedulian sosial dalam ajaran Islam. Idul Adha yang juga disebut Idul Kurban adalah hari raya besar Islam yang didalamnya sarat dengan kepedulian sosial. Banyak hikmah yang terkandung dalam penyembelihan hewan kurban, tapi yang paling terpenting adalah kepedulian sosial. Pensyariatan Qurban dalam Islam juga tidak bisa dipisahkan dari peristiwa kisah Ibarahim dan Ismail as. Dalam napak tilas kisah ini, kita diberi pelajaran tentang tauhid yang benar, lurus dan murni, tentang pendidikan keluarga dan pengorbanan dalam menegakkan nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan secara bersamaan. 

Tuan Guru yang juga Pemimpin Spiritual majelis shufi dan peradaban " Bait al-Shufi wa al-Hadarah " di Sumatera Utara menegaskan bahwa makna dan nilai-nilai pengorbanan dalam kisah peristiwa Nabi Ibrahmi as sangat dalam dan bermakna. Peristiwa besar ini yang kemudian dibadikan Allah dalam syariat Islam dengan penyembelihan hewan kurban memberikan pelajaran kemanusiaan kepada umat Islam dan seluruh manusia. Islam sangat mengecam dan melaknat perbuatan melakukan pembunuhan sesama manusia dengan dasar agama, justru Islam hadir untuk mencegah itu atau memberikan penghargaan yang tinggi untuk humanisme kemanusiaan, penghapusan perbudakan dan perbedaan gender. Kemuliaan dalam Islam bukan karena dipengaruhi oleh ras tapi murni karena ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Islam adalah agama peradaban dan mengedepan nilai-nilai spritualitas kemanusiaan. Oleh karenanya Tuan Guru Syekh Rajagukguk terus melakukan dan pengembangan dakwahnya dengan mengedepankan nilai-nilai spiritualitas kemanusiaan dan kerukunan. Lebih lanjut Tuan Guru menegaskan: "Salah satu pesan penting hikmah Idul Adha dan Kurban adalah kepedulian sosial dan penghormatan kemanusiaan serta kerukunan. Untuk itu saya senantiasa bekerja sama dengan pemerintah terkhusus Pemkab Simalungun dalam mengembangkan nilai-nilai agama yang berbasis kerukunan dan kedamaian. Kami

sangat apresiasi Bupati Simalungun Dr JR Saragih yang memberikan bantuan 5 ekor sapi sebagai bentuk kepedulian dan penghormatan bagi kami. Bantuan kurban ini sangat tepat sekali sebab, di pondok persulukan ini setiap Idhul Adha sangat banyak kaum muslimin datang berbondong-bondong dan juga umat nasrani untuk mendapatkan daging kurban."

Lebih lanjut, Syekh Rajagukguk juga memberikan pesan yang sama kepada Rektor UIN SU Prof Dr Saidurrahman Harahap MA yang bersama-sama Tuan Guru sepakat bekerja sama dalam rangka pengembangan nilai-nilai spiritual dan peradaban untuk keselamatan dan kebahagiaan manusia. (R6/d)


SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru