Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 16 April 2026

Menag Apresisai Kepatuhan Jemaah terhadap Jadwal Lontar Jumrah

- Jumat, 16 September 2016 16:37 WIB
347 view
Menag Apresisai Kepatuhan Jemaah terhadap Jadwal Lontar Jumrah
SIB/mkd
Menag Lukman bersama ribuan jemaah haji menyusuri jalanan di Mina menuju Jamarat untuk melontar Jumrah
Mina (SIB)- Bersama ratusan ribu jemaah haji dari berbagai negara, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berjalan bersama menyusuri terowongan Muaishim menuju jamarat untuk melontar Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah.

Ditemui usai melontar, Menag mengapresiasi jemaah haji Indonesia atas kepatuhannya terhadap jadwal pelaksanaan lontar jumrah sehingga secara umum berjalan dengan lancar dan aman. Meski sangat padat, pergerakan jemaah terus mengalir dan suasana lontar berjalan lancar.

"Ini tentu sangat didukung oleh petugas kita yang terus-menerus memberitahukan kepada para jemaah haji kita untuk melontar jumrah pada waktunya, dan itu juga dibantu dengan kepatuhan para jemaah kita yang sebagian besar mentaati peraturan, baik yang dikeluarkan Pemerintah Arab Saudi maupun petugas haji Indonesia," tegas Menag, Rabu (14/9).

Guna menertibkan dan mengantisipasi kepadatan saat pelaksanaan lontar jumrah, Pemerintah Arab Saudi telah menerbitkan jadwal per kloter untuk pelaksanaan lontar jumrah. Selain itu, ada juga waktu-waktu yang dilarang bagi jemaah haji Indonesia untuk lontar jumrah, yaitu: dari jam 06.00 10.30 waktu Arab Saudi (WAS) pada 10 Dzulhijjah, 13.00 18.00 WAS pada 11 Dzulhijjah, dan 10.00 14.00 WAS pada 12 Dzulhijjah.

Bagi yang mengambil nafar awal, ia menjadi waktu terakhir jemaah haji berada di Mina. Mereka harus sudah keluar dari Mina sorenya, sebelum terbenamnya matahari. Adapun jemaah yang akan mengambil nafar tsani, harus menginap satu malam lagi di Mina sampai dengan 13 Dzulhijjah atau 15 September 2016.

"Pelaksanaan lontar jumrah sejak hari Aqabah kemarin sampai dengan hari ini berjalan dengan lancar. Ini sesuatu yang patut kita syukuri," tandas Menag.
Hal sama ditegaskan Kepala Daker Makkah Arsyad Hidayat. Menurutnya, secara umum, pelaksanaan lontar jumrah masih on the track. Jamaah mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Arab Saudi. Arsyad merasa ada semangat para jemaah Indonesia untuk sama-sama menciptakan suasana pelaksanan lontar jumrah yang rapih dan teratur. "Mereka tahu betul akibat yang bisa terjadi jika melontar di luar waktu yang ditentukan," ujarnya.

Terkait jumlah jemaah yang melakukan nafar awal dan nafar tsani, Arsyad menjelaskan bahwa data awal yang masuk jumlahnya berimbang. Hanya saja, Arsyad memprediksi kalau dalam pelaksanaannya ada kecenderungan pilihan untuk melakukan nafar awal akan bertambah.

"Sampai saat ini kita belum punya data fix. Berdasarkan laporan masuk, ada kecenderungan nafar awal bertambah," tandasnya.

Tawaf Ifadlah
Setelah kemarin, kepadatan jemaah diperkirakan akan mulai beralih ke Masjidil Haram sehubungan dengan pelaksanaan Tawaf Ifadlah. Menag Lukman mengimbau jemaah untuk tidak terburu-buru dalam pelaksanaan tawaf.

"Menurut saya, jemaah perlu beristirahat, jangan langsung memforsir melakukan Ifadlah. Perlu sedikit jeda untuk mempersiapkan stamina, baru setelah itu melakukan Ifadlah," pesan Menag.

Kepada jemaah yang akan melaksanakan Tawaf Ifadlah, Menag mengingatkan agar mereka tetap dalam rombongan dan tidak terpisah-pisah untuk menghindari hal-hal yang tidak dikehendaki. (Pinmas/d)



SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru