Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 16 April 2026
Pertemuan Komisi Perempuan PGI Medan

Ibu yang Beriman Ciptakan Keluarga yang Sehat

- Minggu, 25 September 2016 17:12 WIB
361 view
Ibu yang Beriman Ciptakan Keluarga yang Sehat
Medan (SIB)- Pertemuan komisi perempuan anggota PGI Medan yang bertemakan 'Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu' (Kisah Para Rasul 16:31) dengan sub tema "Peran ibu untuk menghempang dampak negatif kemajuan teknologi informatika, seks bebas dan alkoholik bagi keluarga" di Hotel Grand Antares Medan, Kamis (8/9) berlangsung sukses dan meriah.

Pertemuan diawali dengan ibadah pembuka oleh Pdt Temasochi Lase MTh. Dalam khotbanya, sesuai dengan tema ia menyampaikan bahwa siapa yang percaya serta mengingat dan memperhatikan firman Tuhan maka akan diberikan oleh Tuhan lanjut umur, baik keadaan dan menjadi sangat banyak (Ulangan 6:2-3).

"Percaya bukan hanya pasrah, tetapi kita juga dituntut untuk berbuat dan melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab, ini sebagai respon dari rasa percaya kita," katanya.

Lanjutnya, kita umatNya terutama sebagai orangtua dalam keluarga dipakai Allah untuk menguatkan setiap anggota keluarga, menjadi teladan dalam perbuatan sehari-hari. "Sebagai orangtua memberi pemahaman kepada anak-anak untuk mendampingi bukan membiarkan, mengasihi serta peduli supaya anak-anak tidak terpengaruh dan jatuh dalam kenakalan remaja saat ini," ujarnya.

Setelah ibadah, acara dilanjutkan dengan seminar yang menghadirkan dua narasumber sekaligus di antaranya dr Rosminta Girsang SpKJ dan AKBP Magdalena Sirait SSi.

dr Rosminta Girsang SpKJ menyampaikan, untuk mendidik anak dan membina iman anak, peran ibu sangatlah penting. Seorang ibu haruslah mempunyai kepribadian yang matang dan beriman, serta mengetahui setiap tahapan perkembangan anak. "Keberhasilan keluarga tidak terlepas dari peran seorang ibu, untuk mendapatkan individu yang sehat perlu keluarga yang sehat, ibu yang beriman ciptakan keluarga yang sehat, sehat fisik (medis), sehat mental (psikologis), dan sehat rohani (kerohanian)," jelasnya.

Dikatakannya, banyak tantangan keluarga dalam menjalankan fungsinya, sehingga apabila keluarga tidak sehat maka akan berdampak pada kejiwaan anggota keluarga terutama terhadap anak. "Seorang anak dalam tahapan perkembangan akan sangat mudah dipengaruhi, maka diperlukan peran ibu untuk membina anak, menciptakan suasana yang tenang yang membuat anak betah di rumah," katanya.

Lanjutnya, untuk menghempang anak terhadap Napza dan seks bebas, ibu yang merupakan individu paling terdekat dengan anak harus mendidik anak tentang apa dampak dan bahayanya Narkoba serta memberikan pendidikan tentang alat repdroduksi dan daerah sensitif dari tubuh anak yang tidak boleh disentuh sehingga anak bisa menghindari dan mencegah.

Sementara pembicara kedua AKBP Magdalena Sirait SSi selaku Kepala Bidang Cegah dan Pemberdayaan Masyarakat  (Kabid Cemas Sumut) mengingatkan kepada orangtua terutama pada ibu untuk lebih berperan aktif lagi dalam mengetahui perkembangan anak dan untuk tidak malu-malu melaporkan kepada pihak BNN bila mencurigai atau mengetahui perkembangan anak yang tidak baik.

"Dari tahun ke tahun penyalahgunaan Narkoba bertambah, di Indonesia 30-40 orang meninggal karena Narkoba, hal ini salah satunya dikarenakan banyak dari orangtua yang enggan dan malu melaporkan anggota keluarganya yang terlibat Narkoba," katanya.

Dijelaskannya, peran aktif keluarga sangatlah penting untuk meminimalisirkan peredaran dan pencegahan Narkoba karena bila hanya mengandalkan tenaga aparat penegak hukum tidaklah sebanding dengan kejahatan luar biasa dengan pemikiran-pemikiran yang cerdik dari bandar Narkoba.

Dijelaskannya, melalui data dari BNN ditemukan bahwa data penyalahgunaan Narkoba sungguh sangat ekstrim dan masuk dalam zona darurat, karena ditemukan fase pengguna Narkoba coba pakai mencapai 1,6 juta jiwa, teratur pakai mencapai 1,4 juta jiwa, dan 943 ribu jiwa pecandu di antaranya pria 74,5 persen, wanita 25,49 persen dengan 50 persen pengguna narkoba dari pekerja, 27,23 persen dari pelajar dan 22,34 persen dari tidak bekerja.

"Sungguh diperlukan penanganan secara bersama-sama dari sejumlah kalangan. Untuk itu, melalui seminar pertemuan komisi perempuan PGI Medan, BNN berharap kerjasama yang baik kepada gereja melalui anggota jemaatnya untuk sama-sama berpartisipasi dan mendukung pemerintah dalam meminimalisir kejahatan Narkoba. Peran Ibu yang beriman dan sehat sangat penting dalam mempersiapkan anak-anaknya agar terhindar dari kejahatan luar biasa ini," ujarnya. (Dik-2/h)




SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru