Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 16 April 2026
RENUNGAN

Merasakan Kebaikan Tuhan

* Oleh : Pdt Sunggul Pasaribu MPAK
- Minggu, 30 Oktober 2016 13:49 WIB
1.268 view
Merasakan Kebaikan Tuhan
Ini adalah sebuah kisah yang sangat terkenal yang mengajarkan banyak hal tentang pentingnya menggunakan waktu kita dengan bijaksana.
Seekor belalang sedang bermain biola sementara semut-semut sedang sibuk mengumpulkan makanan. "Lagi-lagi si belalang!" demikian semut-semut itu mengatakan. "Ia selalu saja bermain biola. Tampaknya ia tidak pernah bekerja."

Sang belalang berhenti ketika melihat semut-semut itu. "Mengapa kalian bekerja di hari yang sangat indah ini?" demikian ia bertanya. "Tidakkah kalian merasakan keceriaan musim semi? Mengapa kalian tidak menari dan bernyanyi sementara aku bermain biola?"

"Kami harus mengumpulkan makanan sekarang," jawab sang ratu semut. "Kalau tidak, apa yang kami lakukan ketika musim dingin datang?". "Oh, musim dingin masih lama," sahut sang belalang. "Kalian terlalu serius menjalani kehidupan". Akan tetapi, kamu harus bekerja hari ini kalau ingin makan besok," kata sang semut kecil. "Kamu boleh bermain biola setelah selesai bekerja," sahut semut yang lain sementara semut-semut itu menyibukkan diri.

Sang belalang tidak mau mengindahkan nasihat mereka, "Silakan bekerja, teman-teman kecil," katanya. "Aku ingin menari di padang rumput di bawah sinar matahari!" Demikian sang belalang meninggalkan semut-semut yang sibuk itu dan melanjutkan perjalanannya sambil bernyanyi.

Segeralah musim semi berlalu dan datanglah hari-hari panas musim panas. Sepanjang hari sang belalang bermain biola sambil berjemur matahari atau tidur pada sehelai rumput. Segeralah musim panas pun berlalu.

Pada suatu pagi, sang belalang terjaga dan terkejut melihat ternyata salju telah turun sepanjang malam. Ia bergidik dan mencari daun yang besar untuk dimakan. Akan tetapi, walaupun ia terus mencari dan mencari, ia tidak berhasil menemukan apapun. Musim dingin yang panjang telah datang.

Astaga! Apa yang harus kulakukan?" teriak sang belalang, "aku akan mati kelaparan, aku akan mati membeku!" Sang belalang mengembara mencari tempat untuk menghangatkan diri namun tidak ada tempat yang hangat. "Betapa bodohnya aku tidak mendengarkan semut-semut itu. Sementara aku mati kedinginan dan kelapran mereka duduk di sarang mereka yang hangat dengan banyak makanan"

Sambil menangis tersedu-sedu, sang belalang duduk di atas  salju. Semut-semut itu mendengar tangisnya dan karena mereka adalah makhluk yang benar-benar baik hati, mereka segera datang menolongnya.  Ketika itu sang belalang malang telah kaku membeku. Semut-semut itu menggotongnya dan membawanya ke sarang mereka. Mereka merawat sang belalang hingga ia merasa lebih baik dan musim semi kembali datang. Sang belalang tidak pernah melupakan pelajaran paling berharga yang telah diterimanya.

Ilustrasi di atas menggambarkan bagaimana makhluk semut menunjukkan belas kasihannya kepada belalang yang hampir mati kelaparan. Sang belalang bisa kembali hidup atas pertolongan dari semut setelah dirawat dan dilindungi dari ancaman kematian.

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan!
Kita bisa hidup karena kasih Tuhan Yesus Kristus, setiap orang mendapat kesempatan yang baru untuk mengisi hidupnya dengan kasih Tuhan. Kasih Tuhan diperuntukkan bagi mereka yang menyesal dan bertobat. Mereka yang menerima kasih Allah di dalam karya Tuhan Yesus Kristus akan dimampukan Roh Kudus untuk mengasihi sesama manusia.

Seperti ilustrasi di atas, seringkali hidup kita seperti sang belalang, hidup santai, tidak mempergunakan dan menghargai waktu sebagai berkat, tidak berfikir visioner, bertahan dalam penyesalan di belakang hari, tidak memperhitungkan resiko yang mengancam, pada akhirnya, kita menjadi orang yang paling malang, celaka, tidak mampu bertahan hidup. Untung saja ada semut yang memperhatikan dan mengasihi hidup sang belalang.

Dalam hidup kita yang mirip seperti belalang tadi, kita pun mengaku dan percaya, untung ada Tuhan kita yang baik hati dan suka mengasihi orang berdosa sekalipun. Maka kita bisa bertahan hidup walau lemah, bercacat, berdosa dan suka mendukakan hati Tuhan. Inilah yang disebut kebaikan Tuhan sebagai wujud KasihNya kepada kita.

Kebaikan Tuhan dapat kita lihat rasakan melalui penderitaan dan sengsara Yesus sebelum Ia disalibkan. KerelaanNya menderita dan memasuki dunia kejahatan manusia justru sebagai kebaikan Tuhan untuk keselamatan, pengampunan dan kehidupan. Inilah kebaikan Tuhan atas kesalahan, kesilapan dan dosa kita.

Jika Tuhan itu baik dan mengasihi kita dengan cara kerelaanNya memasuki dunia sengsara, derita, haus, lapar, dihakimi, dicaci, dimaki, dihakimi. Padahal tidak ada keberdosaan yang dilakukan Tuhan Yesus. Inilah kasih dan kebaikan Tuhan kepada kita. Amin! (q)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
Sampah Menumpuk di Harangan Gotting

Sampah Menumpuk di Harangan Gotting

Simalungun(harianSIB.com)Sampah menumpuk di jurang Harangan Gotting wilayah Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Rabu (15/4/2026). Kondisi