Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 16 April 2026

Ratusan Jemaat HKBP Distrik Medan- Aceh Aksi Keprihatinan di Medan

- Minggu, 20 November 2016 13:28 WIB
670 view
Ratusan Jemaat HKBP Distrik Medan- Aceh Aksi Keprihatinan di Medan
SIB/Dok
Praeses HKBP Distrik Medan Aceh, Pdt. Sunggul Sirait, STh, MM, memimpin aksi keprihatinan jemaat HKBP Distrik Medan Aceh atas teror bom yang terjadi di Samarinda Seberang, Jumat (1811) di pelataran Taman Makam Pahlawan, Medan.
Medan (SIB)- Insiden berdarah yang mendera jemaat HKBP Samarinda Seberang di Gereja Oikumene, Sengkotek, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (13/11), menebar rasa prihatin mendalam bagi jemaat HKBP Distrik Medan Aceh. Terlebih karena petaka tersebut menerpa jemaat HKBP Samarinda Seberang saat menunaikan ibadah minggu.

Tanpa nyana seseorang melemparkan bom persis di depan pintu utama gedung gereja. Ledakan bom merenggut empat orang korban anak-anak balita, warga jemaat HKBP yang juga anak bangsa Indonesia. Seorang korban bernama Intan Olivia Marbun (2,5 tahun) telah meninggal dunia dan tiga orang lagi masih harus menjalani perawatan di rumah sakit, yaitu Anita Kristobel Sihotang (2 tahun), Alvaro Aurelius Tristan Sinaga (4 tahun), dan Triniti Hutahaean (3 tahun). Darah korban ledakan bom itu diresapi jemaat HKBP Distrik Medan Aceh sebagai suatu indikasi faktual bahwa toleransi dan kebebasan beribadah belum mengakar dalam realitas kehidupan umat beragama.

"Darah anak-anak bangsa, korban teror dan kekerasan di HKBP Samarinda Seberang, membuktikan betapa toleransi dan kebebasan beribadah masih rapuh dalam kehidupan antarumat beragama di Indonesia," tandas Praeses HKBP Distrik Medan Aceh, Pdt. Sunggul Sirait, STh, MM pada saat aksi solidaritas di pelataran Taman Makam Pahlawan, jalan Sisingamangaraja Medan, Jumat (18/11). Aksi solidaritas digelar dengan memberikan bunga kepada warga yang melintas di jalan raya, menyalakan ratusan lilin dan ibadah bersama. Pembagian bunga sebagai simbol untuk mengajak seluruh elemen masyarakat aktif menangkal aksiaksi terorisme dan ekstrimisme.

Rangkaian kegiatan dipimpin Praeses HKBP Distrik Medan Aceh Pdt. Sunggul Sirait, STh, MM dan dikoordinasi Pdt. Heince Simanjuntak, STh, MM, Pdt. Sadrak Simanjuntak, STh bersama ketua pengurus pemuda dan perempuan HKBP Distrik Medan Aceh, David Reynold Tampubolon, SH dan Ny. Wasington Pane- Lisbet Malau.

Dihadiri ratusan jemaat HKBP di sekitar kota Medan, terdiri dari anak-anak, pemuda, kaum ibu, bapak, termasuk puluhan pendeta HKBP. Jemaat HKBP Distrik Medan Aceh mengajak setiap insan beragama di Indonesia untuk merenungkan insiden berdarah yang mendera jemaat HKBP Samarinda Seberang sebagai pembelajaran bersama.

Terutama dengan aktif menebarkan benih-benih persaudaraan dan kemanusiaan. Jemaat HKBP sangat mendambakan agar pemerintah konsisten menjamin kebebasan beribadah, termasuk memfasilitasi pendirian rumah ibadah bagi jemaat HKBP Samarinda Seberang.

Karena selama 16 tahun jemaat HKBP Samarinda Seberang belum mendapat izin mendirikan rumah ibadah HKBP sehingga terpaksa harus menumpang di Gereja Oikumene. Jemaat HKBP Distrik Medan Aceh memahami bahwa pemerintah wajib menjamin kebebasan beribadah bagi setiap agama di Indonesia. Amanat ini tegas termaktub dalam pasal 29 ayat (2) UUD 1945 berbunyi:"Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu". Pernyataan jaminan ini mengindikasikan bahwa pemerintah berkewajiban melindungi umat beragama menunaikan ibadah.

Praeses Pdt. Sunggul Sirait, STh, MM meminta semua jemaat HKBP Distrik Medan Aceh untuk menciptakan suasana yang harmonis antarumat beragama, saling tenggang rasa antarumat beragama ketika umat lain sedang melakukan kegiatan keagamaan, saling menghormati dalam interaksi sosial dan menjaga kelestarian lingkungan alam sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan. (R4/d)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
Sampah Menumpuk di Harangan Gotting

Sampah Menumpuk di Harangan Gotting

Simalungun(harianSIB.com)Sampah menumpuk di jurang Harangan Gotting wilayah Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Rabu (15/4/2026). Kondisi