Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 16 April 2026
Curhat

Di Balik Buku

* Ratna Suminar - SMAN 2 Rantau Selatan
- Minggu, 27 November 2016 21:32 WIB
319 view
Guru Fisika tak datang. Kabar tersebut langsung menyebar dan disambut riuh di kelas. Tetapi, baru sekelak menikmati kemerdekaan tanpa guru, tiba-tiba Guru Piket berdiri seperti Capt America sedang murka di depan pintu.

Tanpa bicara satu huruf pun, ruang kelas langsung senyap. Cuma Igun yang tidak bisa bergerak! Soalnya, ia sedang mengganggu cewek yang duduk di barisan paling depan, yang berada di dekat pintu.

Setelah dihardik untuk kembali ke kursinya, Igun baru berani melangkah. Tetapi, alasannya meminjam buku hingga meninggalkan bangkunya, tidak dipercaya Guru Piket. Dimintanya buku yang jadi dalih Igun. Dibolak-baliknya sebentar. Namun, tiba-tiba wajahnya memerah karena melihat sesuatu di buku itu.

Disebut Guru Piket namaku untuk maju ke depan. Duhai, aku jadi gelisah. Kok jadi aku? Kujelaskan bahwa buku dimaksud memang milikku tapi tentang gambar yang tak senonoh di lembarnya, bukan punyaku. Igun pun bersikukuh bahwa foto yang jadi sumber bencana itu bukan miliknya.

Aku jadi benciii pada Igun. Bagiku Igun bukan tipe pria sejati. Ada masalah kok justru menghindar dan menjadikanku tumbal.

Itulah sebabnya ketika pulang sekolah langsung kuhadang. Igun menantang. Perkelahian tak terelakkan. Syukur cewek yang digodanya menengahi. "Kenapa kalian jadi begini. Toh kalian berdua  sama-sama mendapat hukuman. Lebih baik selesaikan persoalan itu!"

Aku bungkam, Igun pun diam. Benar sih. Kan lebih baik mencari jalan ke luar ketimbang menambah masalah. Soalnya, hukuman yang kami dapat adalah membuat pernyataan di hadapan orangtua agar tidak melakukan perbuatan serupa di kemudian hari.

Aku bingung. Apalah yang akan kusampaikan pada orangtuaku. Jangankan membelaku, ibuku pasti makin murka. Apalagi karena gambar porno, bagaimanalah ibuku menghadapinya nanti.

Saking ribetnya pikiranku, aku memilih bolos. Igun mencegah. Ia bersedia mencarikan wali orangtua untukku menghadapi Guru BP. Wali tersebut adalah pamannya. Alternatif tersebut dipilihkan untukku karena kemudian Igun yakin bahwa bukan aku pemilik foto yang diselipkan di balik sampul bukuku. (r)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
Sampah Menumpuk di Harangan Gotting

Sampah Menumpuk di Harangan Gotting

Simalungun(harianSIB.com)Sampah menumpuk di jurang Harangan Gotting wilayah Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Rabu (15/4/2026). Kondisi