Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Minggu, 19 April 2026

Mosul, Lonceng Gereja Berdentang Kembali Setelah 2 Tahun Bungkam

- Minggu, 27 November 2016 21:45 WIB
483 view
Mosul, Lonceng Gereja Berdentang Kembali Setelah 2 Tahun Bungkam
SIB/Dok
Mendirikan kembali salib menggantikan salib yang dirusak oleh ISIS di gereja Mar Korkeis, di Mosul, Irak, Minggu (20/11).
Baghdad (SIB)- Lonceng gereja kembali berdentang setelah dua tahun bungkam di gereja Mar Korkeis di kota Bashiqa, sekitar 15 kilometer utara kota Mosul di Irak, setelah kelompok ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) dikalahkan oleh pasukan Irak.

Pejuang Peshmerga Kurdi merebut kembali kota itu pada 7 November, mengakhiri dua tahun pemerintahan oleh kelompok ISIS, yang disebutkan dari Islam Sunni garis keras. Mereka menganiaya orang Kristen dan minoritas lainnya di dataran Niniwe, salah satu pusat dunia Kristen tertua.

Seorang perempuan merayakan hari itu ketika sebuah salib baru kembali didirikan di gereja itu, menggantikan salib yang dirusak oleh militan ISIS, menurut laporan Reuters.

Kota itu sebagian besar kosong ketika Peshmerga menguasainya, dan sejauh ini belum selesai dibersihkan. Masih banyak bahan peledak dan ranjau yang ditinggalkan oleh kelompok ISIS dalam melawan pasukan Irak dan Kurdi  yang didukung  oleh serangan udara dari koalisi internasional di Mosul mulai 17 Oktober.
"Kami ingin orang-orang untuk bersabar dan tidak kembali ke sini sampai daerah itu benar-benar bersih, karena kami ingin memastikan keselamatan mereka," kata komandan dari Peshmerga, Brigjen Mahram Yasin.

Setelah merebut dataran Niniwe pada tahun 2014, kelompok ISIS mengeluarkan ultimatum kepada warga Kristen: membayar pajak, masuk Islam, atau mati oleh pedang. Kebanyakan mereka memilih meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke wilayah otonomi Kurdi di sekitarnya.

Imam di gereja Mar Korkeis, Pastor Afram, mengatakan dia akan lebih memilih agar Bashiqa di bawah kendali Pemerintah Daerah Kurdistan (KRG), dan tidak kembali ke pemerintah pusat Irak di Baghdad.

"Tentu saja kami lebih suka menjadi bagian dari KRG, karena kedekatan kami ke daerah itu dan karena selama 13 tahun terakhir pemerintah daerah telah menjaga kami," katanya.

"Tak seorang pun dari Baghdad datang ke sini untuk menyapa, sama sekali," katanya. Itu terjadi sejak invasi pimpinan Amerika Serikat yang menggulingkan pemimpin Irak, Saddam Hussein.(Sh.com/ r)




SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru