Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 16 April 2026
Pertemuan Isteri Pendeta PGI Kota Medan

Terpanggil Menjadi Istri Pendeta Suatu Kehormatan untuk Tugas yang Mulia

- Minggu, 04 Desember 2016 22:32 WIB
4.530 view
Terpanggil Menjadi Istri Pendeta Suatu Kehormatan untuk Tugas yang Mulia
SIB/Evy Claudia S Daeli
Istri Pendeta : Pengurus Harian serta Panitia Pelaksana Pertemuan istri pendeta PGID Kota Medan foto bersama usai pertemuan, di Wesley House,Senin (28/11)
Medan (SIB)- Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Daerah Kota Medan (PGI D Kota Medan) menggelar pertemuan  istri-istri pendeta  untuk membahas peranan menjadi penolong yang sepadan untuk hamba Tuhan dalam visi dan misinya di gereja atau instansi/lembaga lainnya di Wesley House, Senin (28/11).

Acara dibuka Ketua Umum PGI D Kota Medan, Pdt Martin Manullang STh MM. Dia mengharapkan para istri-istri pendeta terpanggil untuk ikut serta menjadi pelayan yang teladan dan mampu menjadi penolong yang sejati untuk mendampingi suami dalam setiap permasalahan yang terjadi di tengah-tengah keluarga, masyarakat dan gereja.

Diawali dengan khotbah oleh Pdt Halasson Sipahutar, MPdK dengan judul khotbah 'Bila Tangan Tuhan Terulur Bagi Kita', ia mengingatkan di dalam kehidupan keluarga pasti banyak terjadi konflik dan itu juga tidak terlepas bagi keluarga pendeta termasuk istri hamba Tuhan sendiri. Menjadi seorang istri bagi suami, ibu untuk anak-anak, dan harus terlibat dalam pelayanan suami pasti punya keterbatasan namun karena tangan Tuhan terulur bagi kita semua pekerjaan mampu terlaksana dengan baik.

"Terkadang konflik terjadi karena hal yang kecil dan sepele, namun semua konflik akan terselesaikan dengan baik karena tangan Tuhan selalu berkuasa memberikan berkat bagi hambaNya terkhusus untuk istri-istri pendeta yang harus mengahadapi persoalan di tengah-tengah warga jemaat."ujarnya
Lanjutnya, ada 4 keajaiban apabila tangan Tuhan terulur bagi kita, yaitu Tuhan menuntun kehidupan kita secara kepribadian, menghadirkan perlindungan dalam waktu kesesakan, menolong untuk meringankan beban, dan membuka mujizat membuktikan karya Allah nyata terjadi untuk anakNya.

Sementara itu pembicara Ny Pdt S Sipahutar-L Tina Marpaung, dalam materinya menyampaikan, menjadi istri pendeta adalah suatu kehormatan karena dipanggil dan dikuduskan untuk tugas yang mulia."Layaklah bersyukur karena diberi kesempatan melebihi perempuan lain untuk turut dalam pelayanan bersama suami/hamba Tuhan karena pernikahan hamba Tuhan adalah istimewa dan indah karena membentuk satu keluarga Kerajaan Allah yang dibangun berdasarkan iman."ujarnya

Lanjutnya, sering terjadi istri pendeta tidak berbahagia dalam menjalankan perannya sebagai pendamping suami dalam pelayanannya di jemaat, padahal sesungguhnya istri yang demikian tidak memahami akan kasih Tuhan kepadanya. Mereka tidak mengetahui bahwa Keluarga Kerajaan Allah hanya bisa terjadi kalau pendeta dan istri sehati dan sepikir, satu tujuan dan kerinduan yang sama. Dengan begitu sebagai tim (sepelayanan) haruslah saling mendengar dan memahami maksud dan tujuan dari masing-masing.

"Tentu jemaat menginginkan kehadiran istri pendetanya juga sebagai teladan dalam kasih dan pelayanan, berdoa dan beribadah, pengharapan, sukacita dan ucapan syukur, penuh kesederhanaan, dan  pengampunan. Maka perlu untuk istri pendeta memperlengkapi diri dalam meningkatkan pengetahuan dan wawasannya (2 Petrus 1:5) agar peran istri-istri pendeta boleh  dirasakan oleh keluarga atau jemaat khususnya perempuan dan anak-anak," katanya. (Dik-2/l)




SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
Sampah Menumpuk di Harangan Gotting

Sampah Menumpuk di Harangan Gotting

Simalungun(harianSIB.com)Sampah menumpuk di jurang Harangan Gotting wilayah Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Rabu (15/4/2026). Kondisi