Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kamis, 16 April 2026

Toleransi Masyarakat Indonesia yang Majemuk Perlu Diperkuat

- Kamis, 08 Desember 2016 18:18 WIB
295 view
Pematangsiantar (SIB)- Toleransi dan solidaritas masyarakat Indonesia yang majemuk (beraneka ragam) perlu semakin diperkuat. Penguatan pemahaman dan perlakuan toleransi ini diperoleh dengan beberapa tahapan antara lain mendidik masyarakat umum dengan ideologi Pancasila dan UUD 1945.

Demikian Pdt HR Panjaitan DMin, Pdt Jansen Simanjuntak MTh MM, Kadep Koinonia dan Marturia HKI (Huria Kristen Indonesia) serta Pdt Riando Napitupulu STh, Wakil Ketua BPD GBI (Gereja Bethel Indonesia) Sumut-Aceh kepada SIB Rabu (7/12) "Sebab meskipun Pancasila dan UUD merupakan dasar ideologi bangsa Indonesia dan dasar hukum di Indonesia, namun kemungkinan belum semua lapisan masyarakat memahaminya dalam hidup berbangsa dan bermasyarakat", ujar ketiga pendeta.

Kemudian adalah baik melakukan pembinaan masyarakat tentang pemahaman Pancasila dan UUD 1945 seperti pernah dilakukan penataran-penataran P4 di zaman Orde Baru dan sekarang sosialisasi 4 pilar kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI). Ketika penataran P4 dilakukan pada zaman Orde Baru semua tingkat pendidikan mulai dari SD sampai perguruan tinggi dan masyarakat umum dapat dirancang metode dan strategis penyampaiannya, sehingga ketika itu kata Pancasila dan UUD 1945 tidak asing, bagi masyarakat Indonesia.

Untuk pencapaian tujuan tersebut seperti disampaikan Dr Rumadi Ahmad, Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU, maka perlu imunisasi bagi masyarakat agar kebal terhadap arus intoleransi akan dapat dicapai dengan strategis pembinaan seperti disebut di atas.

Kalau pemahaman masyarakat dapat semakin ditingkatkan tentang 4 pilar kebangsaan maka benturan horizontal di tengah masyarakat akan semakin berkurang dan faham fundamentalis akan semakin dipersempit. Hanya dengan pemahaman kebangsaan dan kemasyarakatan yang benar berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, maka penegakan hukum dan keadilan akan dapat dicapai di tengah masyarakat Indonesia.

Karena itu Huria Kristen Indonesia (HKI) mendukung pemerintah untuk mengakomodir masukan-masukan yang positif seperti disampaikan Dr Rumadi Ahmad, serta mengapreasi setiap masukan positif dari kalangan masyarakat Indonesia untuk semakin mewujudkan sikap dan perilaku toleransi atau solidaritas di dalam masyarakat NKRI, ujar kedua pendeta.

Sementara Pdt Riando Napitupulu mendukung pernyataan Dr Rumadi Ahmad mengenai masyarakat perlu "Imunisasi" agar kebal terhadap arus intoleransi, karena merupakan sebuah pernyataan yang cukup baik untuk diperhatikan di tengah masyarakat demi mencegah kemungkinan adanya gejolak di tengah masyarakat. "Apalagi mengingat Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI, maka kita harus menyadari sangat pentingnya toleransi dan solidaritas dari setiap komponen masyarakat yang majemuk. Karena itu GBI (Gereja Bethel Indonesia) sebagai salah satu gereja di Indonesia menyambut gembira pernyataan Dr Rumadi Ahmad tersebut bahwa masyarakat perlu "Imunisasi" agar kebal terhadap arus intoleransi sehingga kita dapat menikmati kekondusifan di Indonesia," ujarnya. (R-22/l)
SHARE:
Tags
komentar
beritaTerbaru
Sampah Menumpuk di Harangan Gotting

Sampah Menumpuk di Harangan Gotting

Simalungun(harianSIB.com)Sampah menumpuk di jurang Harangan Gotting wilayah Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Rabu (15/4/2026). Kondisi